Lingkungan

Hari Mangrove Sedunia, Pemprov Riau 'Launching' Program Pengelolaan Pesisir Terpadu

DUMAI, RIAULINK.COM - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) meluncurkan program pengembangan pengelolaan pesisir terpadu di Provinsi Riau baru-baru ini di Bandar Bakau, Kelurahan Pangkalan Sesuai, Kecamatan Dumai Barat.

Program yang dibuka oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution ini bertepatan dengan hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli ini sebagai upaya konservasi hutan mangrove dan ekosistem dengan memfokuskan  hutan dari segi faktor ekologi, sosial dan ekonomi.

Disampaikan Edy, pelaksanaan pemanfaatan dan pengolahan mangrove di Riau ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kelestarian lingkungan, berdampak sosial dan meningkatan ekonomi masyarakat.

Sesuai dengan misi Pemprov Riau dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

"Karenanya perlu memperhatikan dan meningkatkan kualitas pengolahan sumber daya pesisir, laut, DAS (daerah aliran sungai) melalui program pengelolaan dan perlindungan ekosistem pesisir dan laut," ujarnya.

Edy menjelaskan, upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di beberapa lokasi, seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

"Dalam rangka pengelolaan perairan, pesisir dan wilayah pulau terkecil, Pemprov Riau melalui Dinas Perikanan dan Kelautan telah menyusun RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Perairan, Pesisir, dan Pulau-pulau Terkecil) Sejak 2017. Saat ini sedang dalam proses perbaikan dokumen final Peraturan Daerah (Perda)," tambah Wagubri lagi.

Kerusakan hutan mangrove di Riau akibat deforestasi mencapai 32.970,99 Hektar (ha).

"Dan ini berpengaruh pada kelestarian ekosistem hutan mangrove dan mengakibatkan bergesernya batas wilayah negara yang berdampak pada geopolitik, ekologi, dan ekonomi,"timpalnya.

Disampaikannya, pemerintah juga telah melakukan upaya restorasi yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove melalui kegiatan penyelematan - penyelamatan lingkungan.

"Untuk itu kita mengajak seluruh masyarakat bersama-sama untuk terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan," tukasnya.(kll)