Budaya

Pengurus MKA dan DPH LAMR Rohil Resmi Dikukuhkan

ROHIL, RIAULINK.COM - Pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pengurus Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir Masa Khidmat 2022-2027 Resmi di Kukuhkan. Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung LAM  Rokan Hilir, Batu 6 Bagansiapiapi, Senin (17/7/2023). 

Hadir dalam acara Pengukuhan tersebut  Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten ll Setdaprov Riau H Job Kurniawan, Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP, Ketua Tim PKK Rohil Saminar Afrizal, Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Rohil, Ketua DPRD Rohil Maston, Anggota DPRD Rohil Imam Suroso, SE, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Forkompinda Rohil, Kasi Intel Kejari Rohil Yopentinu Adi  Nugraha SH, Tokoh Masyarakat Riau H Saleh Djasit SH, Tokoh Masyarakat Rohil Jhony Charles BBA MBA, Ketua KPU Rohil Supriyanto, Bawaslu, Camat SE Kabupaten Rohil, Lurah, Datuk Penghulu dan Datin, Kantor Kementerian Agama, Tokoh Ulama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan partai politik, perbankan,dan organisasi masyarakat.

Ketua Umum MKA Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir Nasruddin Hasan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP beserta jajarannya, yang telah memberikan dukungan sehingga dapat terlaksananya pengukuhan pengurus MKA dan DPH LAMR Rohil.

" Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada tuan Bupati Rokan Hilir beserta seluruh jajarannya, yang telah memberikan dukungannya yang begitu besar, sehingga hari ini  pengukuhan Lembaga Adat Melayu Riau(LAM) Kabupaten Rokan Hilir dapat terlaksana dengan lancar dan sukses, Semoga apa yang tuan Bupati lakukan menjadi amal ibadah disisi Allah SWT," Ucap Nasiruddin.

Selanjutnya sebut Nasruddin Hasan, pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak saja membuat dunia terasa mengecil, tetapi membawa berbagai perubahan dalam tatanan kehidupan manusia, perkembangan itu menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya mulai dari perkotaan sampai perkampungan, kehidupan tradisional semakin ditinggalkan orang, ditengah sengitnya persaingan, sehingga terjadi hal-hal cenderung tidak wajar.

" Hilangnya kepribadian jati dan diri oleh orang orang tua Melayu disebut lupa diri atau lupa pakaian, hal itu dapat merugikan masyarakat dan bangsanya, dalam ungkapan disebut Bila orang lupa diri banyak bala yang menghampiri, bila orang lupa pakaian banyaklah kerja yang bersalahan, bila sudah lupakan diri alamat bala menimpa negeri, kalau orang lupa pakaian disitulah masuknya seitan, lupa diri binasa negeri, lupa pakaian binasa iman," Ungkapnya.

Bagi orang Melayu, ilmu dan teknologi tidaklah jadi pandangan, namun wajib dipelajari dan dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk mewujudkan manusia bertuah itu orang melayu mewariskan apa yang di sebut sebagai tunjuk ajar yang sarat berisi nilai-nilai luhur, agama, budaya dan norma- norma sosial, orang tua tua Melayu amat Arif dalam menaungi kecenderungan manusia meniru budaya asing yang dapat menyebabkan hilangnya budaya lokal.

" Bagi sebagian orang Sikap hati hati tersebut sering ditafsirkan secara keliru, sehingga muncul anggapan bahwa orang melayu menolak budaya asing,anti perkembangan, anti kemajuan,dan tidak mengikuti perkembangan zaman, dan pada kesempatan ini kami menyikapi Warkah lembaga adat Melayu provinsi Riau tentang lesbian,Gay, biseksual dan Transgender yang lebih dikenal dengan (LGBT) merupakan perilaku yang menyimpang dan bertentangan dengan nilai-nilai Melayu dan ajaran Islam lembaga adat Melayu Riau Kabupaten Rokan Hilir mendukung sepenuhnya apa yang menjadi Warkah lembaga adat Melayu provinsi Riau, namun kami menambahkan bahwa itu barang kali adalah sanak saudara kita yang juga harus kita lindungi dan kita sayangi, namun yang kita perangai adalah perilaku yang menyimpang,"Kata Nasruddin Hasan.

Sementara itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan LAM Kabupaten Rokan Hilir dan sekaligus menyampaikan harapan kepada LAM Rokan Hilir agar dapat bekerjasama dengan baik dan menjaga Marwan Melayu di Kabupaten Rokan Hilir.

 " Kita harus duduk bersama bagaimana memikirkan daerah kita ini. Sebagai bupati saya ingin Adat ini di lestarikan, jangan hanya LAM ini mengurus nikah saja, kami ingin LAM bekerja sesuai dengan fungsinya melestarikan dan menjaga Adat Melayu, harapan kami dengan terbentuknya LAM ini mari kita saling mendukung, jangan atara kita sama kita beradu," Ucap Bupati.

Pada kesempatan ini, Ketua Harian LAMR Provinsi Riau Marjohan Yusuf, mengucapkan tahniah kepada pengurus LAM Rohil yang baru saja dikukuhkan, dan berharap LAM Kabupaten Rokan Hilir untuk kedepannya dapat bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh elemen LAM dengan memfungsikan rumah musyawarah.

" Kita berharap pengurus yang baru di kukuhkan agar merekatkan yang terburai, mempersatukan seluruh elemen LAM dengan memfungsikan rumah musyawarah dalam mengambil tunjuk ajar, dan tentunya kami mengucapkan Terima kasih kepada Bupati Rohil yang telah mendukung penuh sehingga pengukuhan ini bisa dilaksanakan dengan begitu meriah,"Ujarnya.

"Dikatakan lagi, di bumi Melayu ini selalu terbuka dengan siapapun yang datang, hanya keterbukaan Melayu bukan berarti tidak ada penangkis, maka agama dan adat salah satu penangkisnya," tutupnya.