Peristiwa

Desa Pulau Jambu Terendam Banjir, Akses Jalan Lumpuh Total

SALAH SEORANG warga Pulau Jambu saat melewati banjir yang merendam rumahnya

RIAULINK.com - Meluapnya air Sungai Kampar pasca ditambahnya tinggi bukaan ke 5 pintu pelimpahan (Spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang, memicu banjir di sejumlah titik. Salah satu yang terparah dialami warga Pulau Jambu, Kecamatan Kampar.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Pulau Jambu M. Isyah, sebanyak 40 hingga 50 rumah warganya tergenang air yang bervariasi, mulai semata kaki hingga leher orang dewasa.

"Banjir juga mengancam kantor desa, bangunan TK dan PAUD, selain merendam rumah warga, banjir juga memutus akses darat maupun sungai, rakit yang biasa kami gunakan tidak bisa berfungsi karena derasnya air dan banyaknya sampah seperti batang kayu yang hanyut di sungai," terang M. Isyah.

Kades alumni UIN Suska Riau ini memaparkan, kondisi desanya yang berada di sepanjang bibir sungai ditambah lagi terbatasnya turap membuat desanya mulai tergenang air sejak Jumat (7/12) lalu.

"Kemarin sempat ditawarin perahu oleh BPBD dan Dinas Sosial Kampar tapi saat ini kita merasa belum dibutuhkan karena ada kabar air akan surut, makanya kita berikan ke desa lain yang lebih membutuhkan," ungkapnya.

ia juga mengungkapkan, saat ini warganya butuh perahu fiber untuk membuka akses menuju desa tetangga agar warganya bisa membantu warganya yang beraktifitas di luar desa. Selain itu, jika banjir tidak surut ia berharap ada bantuan sembako karena menipisnya bahan pokok warga yang terkena dampak banjir.

"Untuk saat ini sembako memang belum perlu karena kita masih bunya stok, tapi jika keadaan ini tetap bertahan atau airnya kembali naik, kita sangat mengharapkan bantuan sembako," harapnya.