Hukrim

Cerita Imran Jadi Korban Begal Hingga Pergelangan Tangan Putus

RIAULINK. com - Imran (19) menjadi korban sadis begal di Makassar, Sulsel. Tangannya terpotong karena ditebas begal. Berikut ini cerita Imran saat begal menyerangnya.

Imran adalah pria asal Kabupaten Enrekang, Sulsel, yang berkuliah di Poltek ATI Makassar. Kejadian nahas saat begal menyerangnya terjadi pada Minggu (25/11/2018) malam, sekitar pukul 23.00 Wita.

"Saya baru saja pulang dari kampus menuju kontrakan saya di Jalan Datuk Ribdandang II, Makassar. Saya saat itu baru saja memarkirkan motor," kata Imran saat ditemui awaq media di Rumah Sakit Awal Bros Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (27/11).

Imran mengaku sedang menunggu Khairul, kawannya, untuk membukakan pintu rumah. Dia menggambarkan suasana di jalan depan rumahnya itu sedang sepi dan jarang orang yang melintas.

Dari arah kanannya, dia melihat sebuah sepeda motor matic yang ditumpangi dua orang bertubuh kurus dan setinggi dia melaju ke arahnya. Semakin dekat, motor itu semakin pelan saat mendekatinya.

"Langsung dia parangi belakangku, tapi tidak kena karena saya langsung lari," ucapnya.

Tidak puas dengan sekali ayunan parang, pelaku tetap mengejar Imran yang saat itu sedang memegang handphone. Kali ini, ayunannya diarahkan ke kepala Imran.

"Lalu orangnya mau parangi kepalaku, tapi saya tangkis pakai tangan kiriku dan terpotong," terangnya.

Meski telah memotong tangan Imran, kedua pelaku tidak lantas pergi. Mereka tetap di sana dan meminta telepon seluler miliknya. Imran akhirnya memberikan ponselnya kepada pelaku.

"Sambil terpotong tanganku, dia minta HP-ku. HP saya lempar di jalan lalu diambil sama mereka dan pergi," kenang Imran soal kejadian malam itu.

Imran mengaku sangat panik malam itu. Dia bergegas mengambil potongan tangannya dan memasukkannya ke sebuah kantong plastik. Dia kemudian melajukan kendaraannya ke rumah sakit. Namun, di tengah jalan, potongan tangan Imran terjatuh.

"Sampai di rumah sakit, saya langsung dirawat dan dioperasi. Dokter tanya mana potongan tanganku. Saya bilang jatuh di jalan dan itu yang ditemukan polisi," kata dia.

Kini Imran masih terbaring di lantai lima Rumah Sakit Awal Bros. Kawan-kawannya ramai berdatangan untuk menjenguknya. Sejumlah polisi pun sempat beberapa kali datang untuk meminta keterangan kepada Imran secara langsung.