Internasional

Inilah 10 Negara dengan Paspor Terlemah di Dunia

Ilustrasi paspor. shutterstock.com

RIAULINK.COM - Paspor merupakan dokumen berwujud buku saku yang menjadi bukti identitas diri warga negara di luar negara asal. Secara teknis paspor menjadi “pengganti” Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat seseorang berada di luar negeri.

Paspor setiap negara memiliki tingkat “kekuatan” masing-masing. Dalam hal ini paspor menjadi ukuran akses bebas visa ketika pergi ke negara lain di seluruh dunia. Dengan demikian, paspor yang dapat mengunjungi negara tanpa visa dengan jumlah sedikit, bisa disebut sebagai negara dengan paspor yang lemah.

Dikutip dari Nomad Capitalist, berikut 10 besar paspor terlemah di dunia:

1. Afghanistan

Pemuncak daftar ini adalah Afghanistan. Masalah sosial, pergolakan politik, dan kerusuhan sipil jadi deretan faktor penyebabnya. Selain isu, karena terorisme yang sudah berlangsung bertahun-tahun, negara ini juga memiliki hubungan diplomatik yang terbatas.

Hubungan terbatas dengan negara lain ini berarti orang dengan paspor Afghanistan hanya dapat melakukan perjalanan ke 39 tujuan tanpa visa. Perjalanan bebas visa dapat diakses terutama ke negara-negara Afrika. Sejumlah tujuan di belahan dunia lain seperti Macau, Maladewa, Haiti, Palau, dan Tuvalu juga mengizinkan visa kedatangan untuk pemegang paspor Afghanistan.

2. Irak

Karena terorisme yang telah merajalela selama bertahun-tahun, paspor Irak menjadi lemah. Lebih buruk lagi, ketidakstabilan politik, kemiskinan, dan masalah sosial yang rumit juga turut berkontribusi.

Orang dengan paspor Irak hanya dapat melakukan perjalanan bebas visa ke 42 lokasi, terutama negara-negara Afrika. Selain itu, beberapa wilayah, termasuk Malaysia, Makau, Maladewa, dan Lebanon, mengizinkan visa pada saat kedatangan.

Australia memiliki batasan perjalanan yang signifikan bagi pemegang paspor Irak. Dengan demikian, kecil kemungkinannya paspor yang dikeluarkan oleh Irak akan diizinkan masuk ke pantai Australia.

3. Suriah

Konflik bersenjata dan terorisme adalah faktor utama mengapa Suriah berada di tiga besar. Paspor Suriah memiliki akses ke beberapa negara di Afrika dan Asia. Juga Dominika, Haiti, Mikronesia, Palau, Samoa, dan Tuvalu mengizinkan perjalanan bebas visa untuk pemegang paspor Suriah.

Semua negara di Eropa dan Amerika memerlukan beberapa bentuk visa untuk pemegang paspor Suriah sebelum mereka diizinkan masuk. Selain itu, meski diizinkan, sebagian besar pengunjung dari Suriah tidak akan diizinkan masuk ke Australia karena pembatasan utamanya.

4. Pakistan

Pakistan berada di empat besar dalam daftar paspor terlemah. Faktor penyebab utamanya berasal dari jaringan teroris. Meskipun mereka adalah negara yang damai, entah bagaimana, teroris memiliki hubungan dengan negara tersebut.

Alasan lainnya meliputi pemerintahan yang lemah, kemiskinan, dan kebiasaan beberapa pemegang paspor Pakistan memperpanjang visa mereka.

Selain negara-negara Afrika, beberapa negara di Oseania, Amerika, dan Asia, termasuk Maladewa, Nepal, Qatar, Sri Lanka, dan Timor-Leste, menawarkan masuk bebas visa bagi pemegang paspor Pakistan.

5. Yaman

Perang yang sedang berlangsung menjadi salah atau penyebab lemahnya paspor Yaman. Dengan demikian, hanya ada sedikit koneksi penerbangan di seluruh negara itu. Selain itu hanya 45 negara yang meliputi 12 negara di Afrika, termasuk Tanjung Verde, Madagaskar, dan Seychelles serta 12 negara di Asia, dan beberapa tujuan di Oseania dan Amerika Selatan menawarkan masuk bebas visa bagi pemegang paspor Yaman.

Meskipun Uni Eropa dan Inggris mengakui paspor Yaman, proses masuk membutuhkan pemegang paspor Yaman untuk mendapatkan Schengen atau visa yang sesuai sebelum kedatangan.

Ada juga kebijakan pembatasan visa perjalanan ke AS, Kanada, dan Australia untuk pemegang paspor Yaman. Akibatnya, sebagian besar pelancong kemungkinan besar tidak diizinkan masuk ke negara-negara ini.

6. Somalia

Deretan masalah yang meliputi kerusuhan sipil, masalah kesehatan, kemiskinan, penculikan, dan ancaman keamanan lainnya menyebabkan Somalia masuk 10 besar daftar ini. Pemegang paspor Somalia dapat bebas visa, terutama ke negara tetangga Afrika lainnya. Mereka juga bisa pergi ke Dominika, Haiti, dan St. Vincent dan Grenadines, Mikronesia, Malaysia, Benin, dan Gambia.

Selain itu, beberapa negara di Asia dan Oceania menawarkan visa on arrival. Beberapa negara seperti Inggris, AS, Kanada, dan Selandia Baru tidak mengakui paspor Somalia sebagai dokumen perjalanan yang sah.

7. Palestina

Paspor terburuk lainnya yang ada dalam daftar karena volatilitas politik dan masalah keamanan adalah wilayah Palestina. Sebanyak 13 dari 51 negara yang menawarkan bebas visa atau visa-on-arrival adalah negara-negara Afrika. Negara-negara yang tersisa berada di Asia.

Beberapa negara di Amerika dan Oseania juga menyediakan bebas visa masuk. Namun, AS dan semua negara Eropa memerlukan visa yang disetujui sebelumnya untuk pemegang paspor Palestina.

8. Nepal

Nepal berada di daftar ini karena orang dengan paspor negara tersebut hanya bisa mengunjungi 54 negara dengan bebas visa yang sebagian besar adalah negara Afrika. Beberapa wilayah di Asia dan Oseania dan beberapa di Amerika juga menawarkan visa-on-arrival dan otoritas perjalanan elektronik.

9. Korea Utara

Selanjutnya ada negara diktator, Korea Utara. Karena sebagian besar warga Korea Utara tidak diizinkan meninggalkan negaranya, paspor ini jarang dikeluarkan. Akibatnya, bepergian ke luar negeri bagi sebagian besar warga Korea Utara tidak pernah terdengar. Perjalanan ke luar negeri membutuhkan izin dari pemimpin tertinggi mereka dan seringkali digunakan untuk bekerja.

Meski memiliki pemerintahan yang sangat ketat, paspor Korea Utara bisa mendapatkan akses bebas visa ke Belarus, Mikronesia, Kyrgyzstan, Gambia, dan beberapa wilayah Karibia. Orang dengan paspor Korea Utara juga dapat membeli visa-on-arrival pemegang paspor di beberapa yurisdiksi Afrika dan Asia.

10. Libya

Salah satu paspor terlemah diduduki Libya. Hal ini utamanya disebabkan oleh ketidakstabilan pemerintah dan masalah keamanan. Paspor Libya bisa mendapatkan bebas visa di 51 negara. Sebagian besar negara-negara ini berada di Afrika. Namun, semua negara Eropa dan AS memerlukan visa terlebih dahulu untuk pemegang paspor Libya.