Internasional

Iran Umumkan 2 Hari Libur Nasional Gegara 'Disengat' Panas Ekstrem

Ilustrasi cuaca panas di Iran. Foto: REUTERS/GUGLIELMO MANGIAPANE

RIAULINK.COM - Pemerintah Iran mengumumkan libur selama dua hari, usai panas ekstrem yang melanda negara di Timur Tengah itu selama beberapa waktu terakhir.

Dilansir Reuters, juru bicara pemerintah Iran Ali Bahadori-Jahromi mengatakan libur ditetapkan pada Rabu (2/8) hingga Kamis (3/8).

"Mengingat panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa hari mendatang dan demi kesehatan masyarakat, kabinet menyetujui rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk libur nasional pada Rabu dan Kamis," kata Jahromi, dikutip Reuters.

Banyak kota di Iran bagian selatan yang mengalami suhu panas ekstrem "yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Media pemerintah melaporkan suhu panas bahkan melebihi 51 derajat Celsius di selatan kota Ahvaz. Sementara itu suhu di ibu kota Iran, Teheran, diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius pada Rabu (2/8).

Pemerintah setempat telah mengimbau kepada orang lanjut usia dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu, untuk tetap tinggal di dalam rumah selama suhu ekstrem ini.

Akibat cuaca panas, Kementerian Energi Iran menyebut penggunaan listrik di negara itu mencapai rekor tertinggi di seluruh negeri lantaran penggunaan pendingin udara yang cukup tinggi.

Awal pekan ini dua pembangkit listrik mati dan pemadaman listrik terjadi di beberapa kota. Media lokal Iran menyebut penetapan hari libur kemungkinan bertujuan juga untuk mencegah lebih banyak masalah pada layanan publik di negara itu.

Diberitakan New York Times, sebagai negara yang memiliki keragaman secara geografis, Iran diketahui belum pernah menetapkan hari libur gara-gara cuaca panas ekstrem. Musim panas terik adalah cuaca yang umum terjadi di Teheran.

Tak hanya di Timur Tengah, gelombang panas juga melanda beberapa negara di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.