Opini

Adakah Harapan yang Lebih Baik untuk Perubahan Global

Riaulink - Laju perkembangan globalisasi semakin hari semakin pesat, sehingga menyebabkan banyak perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia. 

Arus deras globalisasi akan terus membangun relasi antar bangsa yang tentunya akan berpengaruh pada tatanan ekonomi, politik dan budaya.  

Saat ini sebagian masyarakat dunia tengah khawatir dengan situasi global, inflasi rendah, bertambahnya angka kemiskinan, konflik geopolitik, climate change, kerawanan energi dan pangan, adanya ketimpangan sosial dan permasalahan-permasalahan lainnya. 

Dunia sedang tidak baik-baik saja, kita berada pada risiko yang terus bertambah. Terlebih, di dunia ke tiga tingkat kemiskinan semakin parah dan ketimpangan semakin meluas di berbagai tempat, baik antar negara maupun dalam negara Indonesia sendiri Berbicara tentang globalisasi tidak terlepas dengan adanya perubahan sosial, artinya perpindahan dari masyarakat tradisional ke modern merupakan salah satu dampak perubahan global. Kehidupan masyarakat Indonesia hari ini telah ditularkan oleh nilai-nilai budaya Barat. Dalam prosesnya, globalisasi telah mengubah tatanan dunia dengan cepat. Perubahan-perubahan yang terjadi tidak membutuhkan waktu yang lama, bahkan semua bisa berubah dengan waktu yang singkat. Perubahan yang terjadi di masyarakat bisa juga dilihat dari pola perilaku dan pola kelompok. Ini merupakan femenomena lazim dan didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. 

Perubahan global yang lebih baik akan melibatkan beberapa aspek kehidupan. Adapun hal-hal penting yang dapat diupayakan adalah:

1. Perlindungan lingkungan

Melihat perkembangan globalisasi, kelestarian lingkungan hidup sangat perlu diperhatikan. Melihat beberapa waktu ke belakang, permasalahan lingkungan sangat kompleks terjadi. Oleh karena itu pemerintah berkali-kali mengeluarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) (Simbolon et al., 2022). Kebijakan yang telah dibuat oleh pemerinth mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah cara yang tersistematis dalam menjaga fungsi lingkungan hidup serta mencegah terjadinya kerusakan pada lingkungan. 

2. Mengurangi angka pengangguran

Berbicara tentang pengangguran tidak terlepas dari kemiskinan. Pengangguran merupakan permasalahan yang paling krusial dalam perkembangan globalisasi. Bukan hanya tendensinya yang semakin meningkat, namun dampak sosial yang terjadi semakin bertambah (Pratama, 2014) Terjadinya pengangguran dikarenakan tidak seimbangnya peluang kerja. Realitas ini memperjelas bahwa perlu adanya penanganan dari pemerintah agar kemiskinan dan pengangguran di kalangan masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran kemelaratan. Dalam proses pengentasannya, pemerintah telah membuat program agar menurunnya tingkat pengangguran di Indonesia. Berdasarkan beberapa penelitian yang membahas program yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik itu bersifat top-down maupun bottom-up program-program tersebut belum terlaksana dengan maksimal (Sutikno et al., 2015).

3. Pembedayaan 

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu opsi agar globalisasi di Indonesia bisa terkontrol dengan baik. Pemberdayaan merupakan bagian dari pola pembangunan yang memfokuskan pada semua aspek yang ada pada manusia dan sekitarnya. Dalam perkembangannya bisa dikemas menjadi bagian dari aspek sosial-budaya, ekonomi, politik, dan perlindungan lingkungan (Sutikno et al., 2015). Program ini akan mengefisienkan kemiskinan bukan hanya dari ukuran kuantitas saja melainkan terbebasnya dari belenggu ketidakberdayaan. Upaya pembangunan ekonomi yang ideal bertumpu pada gerakan anak muda sebagai generasi bangsa. 

4. Pendidikan 

Pendidikan merupakan tonggak yang paling penting dalam pembangunan suatu bangsa. Untuk mempertahankan sektor ini perlu adanya pemberdayaan sumber daya manusia yang akan menjadi pondasi dalam mengembangkan pembangunan daerah. Seperti yang telah diketahui pemangku kebijakan di seluruh dunia telah merancang hak yang sama untuk semua anak dengan mengadopsi konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1989. Dalam konvensi ini hal-hal yang harus diatur negara terhadap anak adalah pemenuhan haknya pada kesehatan, pendidikan, perlindungan, bebas berpendapat dan diperlakukan dengan adil.

Oleh karena itu berdasarkana pemaparan di atas, sebagai generasi yang akan menopang tantangan globalisasi ke depan, saya meyakini bahwa masih ada harapan yang lebih baik untuk perubahan global. Banyak cara untuk menavigasikan gelombang krisis yang terus menerus menerpa dunia. Cara yang paling sederhana adalah dengan fokus menghasilkan karya, dan membranding karya itu. Tidak mudah, tapi perlu disiapkan dari sekarang. Selain dampak negatif, salah satu pengaruh yang berdampak poisitif di era globalisasi saat ini yaitu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih (Hibatullah, 2022). 

Kemajuan komunikasi dan informasi sangat mudah diakses ke seluruh dunia, walaupun tidak bisa dipungkiri sebagian dari generasi muda ada juga yang cenderung merasakan dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Pesatnya proses globalisasi selalu mengarah pada interaksi sosial yang bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, terutama para anak muda yang lahir di era modernisasi. Oleh karena itu perubahan global dipegang oleh generasi muda sekarang yang berperan sebagai young citizen serta menjadi aktor perubahan suatu bangsa (Widiyono, 2019). 

Referensi: 

Hibatullah, F. A. (2022). Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembangunan Karakter Generasi Muda Bangsa Indonesia. Pesona Dasar: Jurnal Pendidikan Dasar Dan Humaniora, 10(1), 1–9.

Pratama, Y. C. (2014). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Indonesia.

Simbolon, N. Y., Sinaga, L. V., Hamonangan, A., & Devi, R. S. (2022). Perlindungan Lingkungan Melalui Penanaman Mangrouve Di Kawasan Pesisir Dan Pantai. Jpkm: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3).

Sutikno, S., Soedjono, E. S., Rumiati, A. T., & Trisunarno, L. (2015). Pemilihan program pengentasan kemiskinan melalui pengembangan model pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan sistem. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan, 11(1), 135–147.

Widiyono, S. (2019). Pengembangan nasionalisme generasi muda di Era Globalisasi. Populika, 7(1), 12–21.

Gusratih Andriani (Magister Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada)