Opini

Panggung Dramaturgis seorang Affiliator Trading Saham Illegal

Foto: Nurul Ardilla, S.I.Kom

Seorang selebgram / youtuber yang sedang heboh diperbincangkan saat ini berinisial DS yang terkenal karena ia sukses menjadi milyader di usia yang masih sangat muda 23 tahun dan dikenal juga dengan sebutan “Sultan Bandung”.

Di social media ia juga dikenal sangat dermawan, ramah, dan sering mengadakan giveaway untuk followers instagramnya. Ia juga pernah diundang di stasiun televisi sebagai salah satu “crazy rich” Indonesia / 7 sultan bersama bintang ramu lainnya diantaranya Raffi Ahmad,  Ahmad Sahroni, Gilang Widya Pramana, Kadek Maharani Kemala Dewi, Indra Kusuma, dan Rudy Salim  dalam rangka merayakan ulang tahun ke-27 Indosiar.

Di dalam acara tersebut ia mengakui hanya lulusan SD dan pernah bekerja sebagai kuli bangunan, tukang parker dan sekarang mendapatkan kekayaannya berkat trading.

Penghasilan nya perbulan juga diperkirakan bisa mencapai 30 Milyar. Dan dia pernah viral karena “menyawer” Reza Arab di video youtube nya saat sedang live gaming sebesar 1 Milyar dengan alasan gabut atau iseng-iseng.

Namun, pada bulan Maret tahun ini DS ditangkap dikarenakan kasus pada aplikasi Quotex yang menyediakan layanan binary option bagi para calon investor.

Binary option adalah instrumen trading online di mana para trader memprediksi harga aset naik atau turun dalam jangka waktu tertentu yang disebutnya aplikasi trading namun ternyata merupakan aplikasi binary option yang setelah diselidiki merupakan aplikasi judi berkedok investasi.

Doni Salmanan merupakan affiliator aplikasi Quotex aplikasi yang dirilis 2019 dan diklaim memiliki developer yang berpengalaman serta ahli di bidangnya. Platform tersebut menyediakan perdagangan mata uang asing atau foreign exchange (forex).

Mulai dari dolar AS, poundsterling Inggris, euro Kanada, rubel Rusia, hingga dolar Singapura. Selain itu Quotex juga bisa digunakan untuk aset kripto seperti Ethereum hingga Bitcoin. Platform itu akan bertugas untuk memprediksi harga.

Sementara menurut laman Binary Options, Quotex merupakan platform untuk memperdagangkan opsi digital pada aset dasar, dengan lebih dari 400.

Opsi digital merupakan perdagangan berdasarkan pergerakan harga naik dan turun sederhana dengan biaya yang telah ditentukan dan hasil tetap. Quotex dimiliki dan dioperasikan Awesomo Ltd yang berbasis di Seychelles. Situs tersebut menuliskan Awesomo merupakan layanan penyelesaian perselisihan pihak ketiga yang independen dan bukan regulator resmi, dikutip Selasa (15/3/2022).

Quotex juga tersedia hanya untuk pengguna dewasa, bukan untuk orang di bawah umur yang berusia 18 tahun. Platform tersebut tersedia untuk desktop dan juga aplikasi trading berbasis Android.

Aplikasi tidak tersedia untuk versi iOS. Situs tersebut juga menuliskan setoran minimum di Quotex adalah US$5. Setoran ini bisa menggunakan dolar, euro, pound, hingga Bitcoin. Selain itu juga bisa menggunakan kartu kredit, eWallet, wire transfer atau cryptocurrency. Setoran tersedia dalam beberapa menit setelah dilakukan.

Tidak ada biaya untuk penarikan atau penyetoran. Namun menurut situs itu, kemungkinan pada sejumlah metode akan dikenakan biaya yang tidak terkait dengan platform.

Dari penjelasan mengenai aplikasi Quotex diatas, ditetapkan pasal yang melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

UU tentang Perdagangan Berjangka Komoditi ini melarang transaksi kontrak berjangka dengan cara memberi harapan di luar kewajaran seperti dilakukan para affiliator. Dan ia mendapatkan keuntungan sebesar 80 persen apabila member mengalami kekalahan dalam bermain.

Sebelumnya, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan kegiatan perdagangan online yang dilakukan binary option itu ilegal karena bersifat judi, tidak ada barang yang diperdagangkan.

"Sifatnya hanya untung-untungan.
Menang atau kalah dalam menebak harga suatu komoditi dan naik atau turunnya dalam periode tertentu, yang bisa merugikan masyarakat," katanya dalam keterangan resmi. (dikutip dari media online cnbc Indonesia).

Tentunya hal ini membuat heboh masyarakat Indonesia dan membuat Doni Salmanan diperiksa oleh pihak berwajib terkait dengan hal tersebut dikarenakan cukup banyaknya member dibawah Doni yang dirugikan terkait dengan aplikasi judi yang berkedok investasi ini. Tentunya kasus ini juga menyeret istri dan orang terdekatnya yang dianggap membantu dalam penyelundupan atau money laundry yang dilakukan olehnya.

Dari kasus tersebut jika dilihat dari kacamata Teori Dramaturgis oleh tokoh Erving Goffman disimpulkan bahwa DS menampilkan front stage atau panggung depan di masyarakat sebagai seseorang yang dermawan, ramah, kaya raya, dan cerdas dikarenakan bisa sukses di usia yang terbilang sangat muda. Hal ini dapat kita nilai dari konten konten yang ia tampilkan di media sosial, channel Youtube nya dan berita berita yang ada di media elektronik maupun media cetak yang memberitakannya.

Namun dibalik itu DS melakukan sebuah skenario atau backstage (panggung belakang) dimana faktanya dibalik hal tersebut DS mendapatkan hartanya dengan cara yang tidak baik dan illegal melalui aplikasi binary option yang pastinya banyak merugikan member yang berada dibawahnya karena DS disini berperan sebagai affiliator / influencer yang tentu tugasnya untuk menarik  dan menawarkan produk kepada orang agar orang tertarik untuk join atau masuk kedalam aplikasi tersebut, terlebih DS memiliki anggota sebanyak 25 ribu member di aplikasi Telegram.

Tentunya, dengan apa yang ditampilkan oleh DS di front stage bertujuan untuk menarik rasa penasaran dan simpatik masyarakat dengan cerita inspiratif yang ia tampilkan dan membuat masyrakat berpikir bahwasanya pendidikan bukanlah hal yang penting karena DS saja bisa menjadi milyader di usia yang sangat muda hanya dengan belajar dan melakukan trading.

Sedangkan dari terungkapnya kasus ini, diharapkan masyarakat mampu menggali informasi secara lebih selektif lagi, jangan cepat mengambil keputusan besar yang justru mengakibatkan penyesalan.

Karena banyak korban korban yang berkomentar negatif dan menyalahkan DS karena telah menghabiskan harta nya demi mengikuti bisnis didalam aplikasi tersebut.

Masyarakarat diharapkan dapat lebih cerdas dan bijak lagi agar kejadian tersebut tidak hanya merugikan dirinya sendiri, namun agar tidak merugikan orang lain.

Penulis : Nurul Ardilla, S.I.Kom

(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Riau)