Opini

Antusias Masyarakat Indonesia Terhadap Wacana New Normal dan Dampak Politik-Ekonomi

Azlya Salsabila Tamimi.

CORONA virus atau sering disingkat dengan covid-19 ini merupakan suatu pandemi yang sedang hangat dan menarik untuk diperbincangkan. covid-19 merupakan suatu wabah penyakit yang sedang dihadapi oleh dunia. Corona ini merupakan virus yang dapat menginfeksi manusia serta menimbulkan berbagai macam penyakit seperti flu,hingga masalah serius pada saluran pernafasan yang menyebabkan kematian. Virus ini sangatlah menmbahayakan karena menyerang pernapasan dengan menimbulkan gejala demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, pilek dan sesak nafas. Hal ini menyebabkan tenaga medis dan elit-elit tertentu harus bekerja keras dan menguras energi berkali-kali lipat dari biasanya.

Awal mulanya wabah ini terjadi di Wuhan, China dan merenggut banyak nyawa rakyat china. pada saat ini wabah virus ini terus menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Pada saat ini cara mengusaikan pandemi ini sangatlah menjadi fokus bagi pemerintah dan masyarakat di ndonesia. Usaha-usaha terus dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi wabah ini begitu pula masyarakat, mereka harus rela tidak bekerja untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona. 

Virus ini bisa menyebar dengan cepat, penularan bisa melalui kontak fisik dan sebagainya. Pencegahan penularan bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti tidak melakukan kontak fisik, menghindari kerumunan, tidak menyentuh bagian wajah secara sembarangan, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta memakai masker apabila mengalami batuk, menghindari orang yang sedang demam dan sebagainya.

Di indonesia sekarang ini tengah menghadapi yang namanya pandemi virus covid-19 atau disebut juga virus corona,hampir seluruh negara didunia sudah terinfeksi virus ini.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah  sudah mengeluarkan berbagai tindakan untung mengurangi angka penyebaran virus ini diindonesia,hal ini agar tidak membuat indonesia menjadi negara dengan penyumbang pasien meninggal paling banyak di dunia seperti tiongkok daan italia yang seperti kita ketahui dinegara mereka virus ini sudah bnayak merenggut bnayak nyawa.

Tim gugus tugas penanganan covid -19 indonesia sudah mulai bnayak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mana di anataranya ialah seperti  melakuakan social distancing serta physical distancing yang merupakan kegiatan menjaga jarak dalam bersosialisai dari orang sekitar agar virus tersebut tidak mudah tertular karna virus ini bisa menular kepada orang yang jaraknya dekat dengan sang penderita,dan phusical distancing merupakan  tindakan menjaga jarak fisik yang mana kemungkinan dari melakukan kontak fisik lebih tinggi resiko tertularnya kepada orang lain,maka dari itu kita di anjurkan untuk dirumah saja.Dan resmi pada akhri maret indonesia resmi melakuakan lockdown lokal dibeberapa daerah.Kemudian kebijakan pemerintah selanjutnya yang di lakukan pemerintah dengan menganjurkan work form home dan study form home yang mana hal ini dikarenakan pemerintah menutup kantor dan sekolah serta universitas dan merumahkan smeua pekerja serta anak sekolah agar tidak adanya kerumunan orang di suatu tempat,dengan diberlakukannya WFH dan Study form home ini agar perkantoran tidak mati dan proses belajar mengajar disekolah tidak terhenti begitu saja mengingat semester baru sekolah baru saja dimulai pada saat pandemi ini melanda jadi pemerintah menganjurkan kebijakan ini.

Setelah diberlakukannya beberapa kebijakan oleh pemerintah untuk menekan angaka penyebaran virus ini selama tiga bulan terakhir ini,namun kasus positif diindonesia semakin tinggi dan bertambah setiap harinya,masyarakat menganggap kebijakan pemerintah ini kurang berhasil karena tidak mampu mengurangi angka penyebaran selama dua bulan terkakhir.

Namun nyatanya masyarakat sendirilah yang banyak melanggar kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah dengan tidak menerapkan social distancing ataupun physical distancing,hal ini yang menjadikan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengurangi angka penyebran menjadi sia-sia.Karena masyarakat yang tidak patuh dan tunduk terhadap kebijakan pemerintah.

Selama bulan suci ramadhan ini pemerintah mengeluarkan kebijkan baru dengan nama PSBB (pembatasan sosial berskala besar)yang diterapkan oleh beberapa kota yang memiliki angka tertinggi positif virus covid-19 ini.PSBB sendiri ialah hampir mirip dengan social distancing namun dengan akupan yang lebih besar sepeti tiak bolehnya orang dari kawasan zona merah memasuki sebuah wilayah yang angka positifnya masih rendah.

Namun dengan diberlakukannya bebrapa kebijakan tersebut masih saaj angka positif virus ini semakin meningkat dan semakin banyak  kasus yang bertambah,dan dengan elum ditemukannya vaksin yang dapat mencegah virus ini membuat kebijakan pemerintah itu tidak bisa diteruskan dalam jangka waktu yang.oleh sebab itu pemerintah mulai menerapkan metode baru yaitu new normal.

New normal sendiri ialah sebuah keadaan dimana kita kembali melakukan semua kegiatan dan aktivitas sehari hari seperti biasa,seperti sebelum adanya virus covid-19 di indonesia,dengan membuak kembali sektor perekonomin,perkantoran,pendidikan dan pelayanan masyrakat yang selama dua bulan terakhir ini ditutup karena penerapan lockdown dan PSBB.hal ini dilakukan untuk menghidupkan kembali sektor perekonomian dengan membuka pasar namun dengan diberlakukanya new normal ini pemerintah tetap menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan diri sendiri dengan terus mencuci tangan dengan sabun ketika melakukan kegiatan dari luar rumah dan tetap menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar.

Diberlakukannya new normal ini oleh pemerintah dikarenakan pemerintah takut adanya ancaman baruselain dari krisis kesehatan saja yang nantinya akan mempengaruhi perekonomian dan bisa saja terjadi krisis politik.Dari semua kebijakan yang pemerintah lakukan selama pandemi ini dikarenakan pemerintah juga memperhatikan bagaimana perkembangan dari sektor perekonomian yang pada saat ini sedang tidak stabil.

Adapun permasalahan ekonomi yang yang terjadi dianatarnya ialah dikarenakan bnayaknya perusahaan ataupun pabrik yang selama pandemi ini ditutup oleh pemerintah mengharuskan mereka untuk menutupnya dan meliburkan karyawan yang bekerj namun dikarenakan perusahaan yang tidak beroperasi dan tidak mendapat penghasilan namun haru tetap menggagji para karyawan yang diliburkan maka dari beberapa perusahaan ataupun pabrik yang melakakukan PHK besar-besaran terhadap para karyawan,dan imbas dari hal itu tentu saja makin bertambahnya pengangguran diindonesia.

Jika banyaknya pengangguran diindonesia namun lapangan pekerjaan tidak ada akan menjadi sebuah permasalahan yang serius karena akan membuat kesenjangan sosial semakin terlihat jelas sehingga kesempatan untuk melakukan tindakan kriminal semakin tinggi,maraknya pencurian,perampokan hingga kerusuhan.adapun pucuk dari permasalahn ini akan menjadi sebuah permasalahan politik.

Krisi politik adalah suataukeadaan dimana negra mengalami instabilitas di salamnya.krisi ini hanya hanya berlaku karena hilanganya ras akepercyaan masyarakat atauu anggota parlementerhadap pemimpin mereka(shukri dan youssuf,2003:178).

Selain itu hal mendasar yang menyebbakan krisis politik ini bisa terjadi karena keamanan dan kestabilan ekonomi juga sudah mengalamai tidak stabil,dan juga beberapa faktor lainnya seperti ideologi politik,faktor budaya,potensi politik ,kesenjangan sosial yang tinggi(shukri dan youssuf,2003:178)
Dimana indonsia sendiri sudah mengalami krisis politik terlihat pada banyaknya isu-isu mengenai ketidak puasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam menangani virus covid-19 yang berpotensi akan dipolitisi oleh okmum oknum yang ingin nmenjatuhkan pemerintah dengan cara menggunakann kesempatan ini.

Maka dari itu saya berharap masyarakat dan pemerintah dapat saling bekerjasama dalam mengahadapi kondisi ini ,jangan sampai terjdi krisis politik ini menjadi hal yang lebih serius lagi,karena tidak hanya mengeluarkan biaya namun juga membutuhkan tenaga ekstra
Saya berharap pemerintah jika ingin menerapkan newe normal ini untuk nisa difikirkan lagi jangan sampai setengah perjalanan kebijakan ini tidak jalan,cukup fokus kesatu tujuan saja dulu dan jangan mengambil keputusan yang gegaba dan makin bnayak korban posisitif diindonesia.kita bisa belajar dari korea selaa yang penerapan new noemal mereka tidak berhasil dan malah menambah kasus baru.jangan sampai dengan hal yang setengah-setengah ini banyak memekana uang negara yang sebenarnya bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang membutukan.

Azlya Salsabila Tamimi (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syah Kuala)