Ekonomi

Inflasi di Riau Masih Terkendali

Ilustrasi gambar (Foto: Shutterstock)

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menjelaskan bahwa bahwa inflasi Riau antara bulan Agustus 2022-2023 year-on-year (yoy) sebesar 3,15 persen. Namun September 2023 ini turun signifikan menjadi 1,96 persen.

Ia mengaku bahwa capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh stakeholder terkait sehingga inflasi di Riau bisa terkendali dan kini masuk dalam 10 provinsi terendah di Indonesia.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama inflasi di Riau ini terkendali," kata Syamsuar di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (18/10/2023).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi September 2023 year on year sebesar 2,28 persen. Inflasi tahunan ini lebih rendah bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2022 yang mencapai 5,95 persen.

Provinsi dengan inflasi terendah, yaitu Gorontalo 1,16 persen, Sulawesi Utara 1,16 persen, Sulawesi Barat 1,19 persen, Papua 1,28 persen, Jambi 1,70 persen. Kemudian, Aceh 1,83 persen, Kalimantan Tengah 1,88 persen, DKI Jakarta 1,89 persen, Sumatera Barat 1,94 persen, Riau 1,96 persen, dan Banten 2,04 persen.

Adapun provinsi dengan inflasi tertinggi yaitu Babel 3,55 persen, Sulawesi Utara 3,46 persen, Maluku Utara 3,34 persen, DI Yogyakarta 3,30 persen. Lalu Provinsi Maluku 3,1 persen, Kalimantan Timur 3,07 persen, Jawa Timur 3,07 persen, Kalimantan Selatan 2,72 persen, Papua Barat 2,62 persen, Jawa Tengah 2,49 persen.

Masuknya Riau dalam 10 provinsi terendah inflasinya di Indonesia, maka orang nomor satu di Riau itu berharap Bupati/Walikota se-Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tetap menjaga kondisi yang baik.

"Tetap jaga kekompakan kita agar inflasi terus dapat dikendalikan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia," pungkas mantan Bupati Siak dua periode itu singkat. (Mc Riau)