Lingkungan

Ratusan Rumah di Kampar Kiri dan Gunung Sahilan Terendam Banjir

Edwar Sanger

RIAULINK.com - Sebanyak 85 unit rumah Desa Sei Paku dan  Kecamatan Kampar Kiri, Kampar, Riau terendam banjir. Selain rumah fasilitas umum, tempat ibadah dan SDN 022 Sei Paku juga terendam.

Bahkan aktivitas di SDN 022 Sri Paku masih diliburkan karena genangan air masih merendam rumah warga dan belum ada penyusutan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, H Edwar Sangar saat dikonfirmasi perihal tersebut mengatakan banjir yang menggenangi rumah warga Desa Sei Paku disebabkan meluapnya air Sungai Subayang. 

"Iya kita sudah mendapat laporan banjir di Kampar Kiri. Ketinggian air mencapai 50 Cm hingga 100 Cm, sehingga menyebabkan rumah warga terendam," kata Edwar Sanger seperti dilansir dari laman cakaplah.com, Sabtu (8/12/2018). 

Selain banjir di Kampar Kiri, lanjut mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini, banjir juga terjadi di Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan. 

"Di sana banjir merendam Dusun Koto Betung RT01 dan RT02 RW 01. Banjir merendam rumah warga sebanyak 75 rumah," ujarnya. 

Dia menyampaikan, atas kondisi itu akses jalan menuju Desa Gunung Sahilan tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan roda 2 roda 4. Sebagai alternatif lain masyarakat menggunakan sampan untuk masuk desa, karena ketinggian air berpariasi mulai dari 80 Cm sampai 100 Cm. 

Meluapnya sungai Subayang karena sungai Kampar mengalami kenaikan akibat dibukanya pintu pelimpahan PLTA Koto Panjang dengan. ketinggian menjadi 5 pintu x 120 Cm.

"Dengan ditambahnya tinggi buka pintu pelimpah (Spilway gate), berdampak naiknya elevasi air sungai Kampar mnjadi 60 Cm sampai 100 Cm dari saat ini. Makanya air sungai Kampar Kiri dan Kampar Kanan mengalami kenaikan dan sekarang sudah mulai menggenangi rumah warga," terangnya. 

Namun, sebut Edwar, korban bencana banjir sudah ditangani oleh BPBD Kampar. Sedangkan pihaknya hanya melakukan penguatan dan pendampingan terhadap BPBD Kabupaten ketika membutuhkan bantuan penanganan korban banjir. 

"Sore tadi pak Sekda Kampar dan rekan-rekan BPBD Kampar bersama-sama turun langsung ke lokasi banjir. Karena itu, kita imbau masyarakat waspada dan berhati-hati, karena air sungai Kampar terus mengalami kenaikan akibat dibukanya PLTA Koto Panjang," tukasnya.