Petani Sagu di Meranti Alami Kerugian Rp100 Juta, Ini Penyebabnya
![](https://riaulink.com/assets/berita/original/94684877526-20200316_110419.jpg)
MERANTI, RIAULINK.COM - Para petani sagu di daerah Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, mengalami kerugian mencapai Rp100 juta perbulan.
Hal tersebut dikarenakan tidak bisa mengekspor sagu basah ke nagara Malaysia. Itu semua dikarenakan merabahnya virus corona.
"Meski tidak bisa mengekspor, kami terus mengolah sagu, agar tidak membusuk," kata Jasri, seorang petani sagu yang ditemui di kilangnya, Senin (16/3/2020).
Para petani sagu ini, sudah tidak bisa mngekspor sudah satu bulan lamanya, mereka mengeluh akan hal tersebut, karena penghasilan hanya dari sagu.
"Kami masyarakat Desa Sungai Tohor ini, masih mencari solusi, kemana akan di ekspor sagu - sagu yang sudah di olah ini," lanjut Jasri.
- Sejumlah Pedagang di Inhil Teriak, Harga Kelapa Tak Kunjung Stabil, Rp 600 per kg di Petani
- Harga TBS Sawit Kian 'Mencekik', Warga Siak Menjerit
- Tuntaskan Masalah Perkelapaan di Inhil, H. Dani : Sudah Dianggarkan Rp32,7 Miliar
- Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Pelambatan Ekonomi Zona Euro
- Pengusaha Muda Berbagi Kisah Lewat 'Saudagar Talks'
Sebelum virus corona merabah, para petani sagu bisa mengekspor sagu sampai 700 ton ke negara Malaysia. (Dermawansyah)
Tulis Komentar