Peristiwa

Beruang Madu Masuk Permukiman Warga di Dumai, BKSDA Pasang Perangkap

DUMAI, RIAULINK.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Provinsi Riau perwakilan Kota Dumai memasang perangkap.

Perangkap yang dibuat dari kerangka besi ini bertujuan untuk menangkap beruang madu yang mendekati permukiman warga Jalan Abdul Rab Khan, RT 15 Kelurahan Bukit Timah, kilometer 3 Kecamatan Dumai Selatan.

BKSDA kala itu dibantu oleh pihak kecamatan, kelurahan, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Berdasarkan keterangan Lurah Bukit Timah, Ali Muhajirin mengatakan kepada wartawan saat ini pihak terkait melakukan upaya pencarian kepada satwa langka tersebut.

Sesuai keterangan masyarakat yang sempat melihat satwa yang dilindungi negara tersebut ada dua ekor yang berwarna hitam dengan ukuran tubuhnya yang cukup besar.

Diceritakannya, sebelumnya warga setempat sudah dua kali melihat keberadaan beruang liar itu. Pertama kali terlihat pada Senin, 20 Januari 2020 sore lalu.

Disebutnya jika sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui jenis beruang itu.

"Namun jika dilihat dari ciri-ciri yang disampaikan warga, satwa dilindungi tersebut sepertinya beruang madu,” imbuhnya.

Untuk menangkap beruang tersebut, tambah Ali tim BKSDA selain membuat perangkap besi, mereka juga memberikan umpan buah cempedak untuk menarik mereka keluar.

“Mudah-mudahan beruang tersebut tertarik dengan umpan yang kami pasang di dalam perangkap, sehingga beruang itu bisa segera kita tangkap,”ucapnya.

Kendati beruang belum tertangkap, namun ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan panik dan harus menjauh dari lokasi yang menjadi lintasan hewan tersebut.

"Bila melihat segera mengabari petugas di lapangan atau ke pihak RT terdekat,"ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Mahfud Kepal selaku Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, mengaku setelah mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan dua beruang tersebut, timnya langsung melakukan pengecekan lokasi, serta berkoordinasi dengan Lurah Bukit Timah dan Ketua RT 15.

Ia juga menjelaskan, tim telah menelusuri pemukiman dan masuk ke semak belukar, dimana di lokasi tersebut juga terdapat tanaman sawit dan kelapa. 

Saat itu selintas tim melihat satu ekor beruang madu yang dengan cepat bersembunyi di balik pepohonan.

“Pengusiranpun segera dilakukan dengan menggunakan mercon namun beruang tersebut masih bertahan di lokasi,” imbuhnya.

Saat ini, tim telah memasang perangkap besi (kerangkeng) di sekitar beruang itu. Dalam kerangkeng jebakan itu, diletakkan berbagai umpan untuk mengundang beruang masuk dalam kerangkeng. Seperti minyak jelantah, buah cempedak, rambutan dan juga sarden.

"Nantinya akan kita evakuasi agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,"ucap dia. 

" Sebab beruang merupakan salah satu satwa yang dilindungi UU nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE. Saat ini tim beserta masyarakat sekitar masih memantau keberadaan satwa di lokasi,"tukasnya.(Kll)