Ekonomi

KPPBC Dumai: Revolusi Industri Kurangi Campur Tangan Manusia

Kepala KPPBC Tipe Madya B Dumai, Fuad Fauzi dengan puluhan wartawan usai digelarnya media gathering.

DUMAI, RIAULINK.COM - Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B, Fuad Fauzi mengatakan jika BC memiliki sejumlah peran dan fungsinya.

Di antaranya menjaga perbatasan dalam tindakan penyelundupan, mengoptimalkan 0penerimaan negara, memperlancar arus barang serta daya saing ekspor.

Tak itu saja, BC pun bertugas untuk memungut bea masuk barang import serta membantu Direktorat Jenderal Pajak untuk memungut pajak.

“Aparatur BC memiliki kewenangan pengawasan lalulintas barang antar negara,” terangnya sembari menambahkan bahwa di Dumai ada kawasan berikat dengan produk CPO dan turunan.

Hal ini disampaikannya pada acara media gathering di halaman kantor BC Dumai, Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kamis (5/12/2019)

Menurut dia, apalagi saat ini sudah memasuki revolusi industri 4.0 yang seolah 'mendewakan' konsep automalisasi mesin.

Sebab dunia meyakinkan bahwa hal tersebut sangat vital dibutuhkan oleh perlaku industri demi mengefisiensikan waktu, tenaga kerja dan biaya.

"Namun hal ini tentu saja berdampak yang paling terdekat saja yaitu berkurangnya campur tangan manusia secara signifikan," sebut dia.

Tak terelakkan, revolusi industri 4.0 ini akhirnya menyasar seluruh sendi kehidupan masyarakat yang mampu mempengaruhi perilaku dan budaya baru di masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, para pengusaha pun menuntut percepatan pertumbuhan di segala bidang yang berbasis teknologi sepertu infinrasi dan internet kepada pemangku negara.

Bagi dia waktu pun menjadi standar ukuran efisiensi. "Karena waktu adalah kesempatan yang tak berulang," ungkap dia.

Belajar dari itu semua, ia pun tak ingin BC ketinggalan sesuai dengan tuntutan zaman.

Namun ia pun tak menampik, karena dunia sudah 'berkiblat' ke arah teknologi tak membuat aktifitas staf dan pegawainya menjadi sepi sebab mereka tetap bekerja di belakang meja.

"Yakni mengandalkan tehnologi pertukaran informasi, tatap muka, tidak lagi menjadi persyarat berarti. Pelayanan dan pengawasan BC yang berbasis aplikasi menjadikan tatap muka teredukasi," terang dia.

“Pelan tapi pasti, pelayanan dan pengawasan akan.mengandalkan tehnologi,” jelasnya.

Transparansi adalah jantung komunikasi. Menyampaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat hingga kebijakan pemerintah tersampaikan dengan benar adalah tugas utama Humas organisasi pemerintah.

Tantangan bagi Humas sendiri ketika masyarakat cenderung kurang memberikan ruang apresiasi terhadap capaian pembangunan yang dilakukan para penyelenggara negara di pusat dan di daerah.

"Untuk itu perlu dilakukan dengan memaksimalkan teknologi agar manfaatnya bisa dirasakan termasuk di kalangan jurnalistik," terangnya.

Dijelaskan, upaya sinergi nyata yang telah dilakukan BC dengan awak media dalam hal tukar informasi di antaranya, tukar informasi melalui siaran pers yang dibagikan untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh BC.

“Komunikasi yang baik ditandai adanya semangat kejujuran dan transparansi. Tumbuhnya semangat bersama-sama membangun negeri, bukan saja mencerminkan kualitas jurnalistik yang baik, lebih dari itu mencerminkan martabat sebuah bangsa,"tukasnya.(rls/kll)