Hukrim

Kejari Tembilahan Musnahkan Barang Bukti Kriminal di Inhil

INHIL, RIAULINK.COM - Kejaksaan Negeri Tembilahan melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana secara umum di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tembilahan, Rabu (4/12/2019).

Pemusnahan tersebut dilakukan bertujuan agar tidak dapat dipergunakan lagi dengan cara menghancurkan, membakar, dan menguburnya.

Tampak hadir dalam Pemusnahan Barang Bukti tersebut Kepala Kejaksaan Inhil Susilo SH, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Doni Harahap SH, Kepala seksi Pengelolaan barang bukti dan barang rampasan, Kasdim 0314/Inhil Untung Kasmanto, Kasi Hinadil Lapas Kelas II Tembilahan Marjohan SH, Kepala Pengadilan Negeri Tembilahan Nirmala Sinurat SH, Kapolres inhil yang diwakili Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar SH.

Saat dikonfirmasi Kepala kejaksaan Negeri Indragiri Hilir Susili SH menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnakhan berupa Shabu, Ganja, Senjata Tajam, Handphone, dll.

"Barang bukti yang kita musnahkan ini adalah barang bukti yang sudah inkrah, oleh karena itu sebagai eksekutor, Kejaksaan Negeri Inhil wajib untuk melakukan pemusnahan barang bukti sesuai putusan Pengadilan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara yang ada pada tahun 2019 ini, Tutup buku atau tutup tahun kita musnahkan barang bukti yang sudah putus Ingkrahnya," ungkap Susilo.

Kepala Pengadilan Negeri tembilahan Nurmala Sinurat saat dikonfirmasi menyebutkan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Inhil yang telah melakukan pemusnahan barang bukti terhadap perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Kejaksaan selaku Eksekutor dari putusan kami telah terlaksana karena memang marwahnya pengadilan ada dieksekusi, dan untuk hari ini selain pelakunya sudah dipidana di LP, maka barang bukti juga harus dimusnahkan terkait tindak pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap," ungkap Kepala PN Tembilahan.

H Aslimuddin selaku Asisten I Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil mengapresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penegak hukum yang ada di Inhil ini.

"Kita dari Pemda merasa sedih, begitu banyaknya masyarakat kita yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang tidak baik. Pemda berharap ke depannya masyarakat menyadari bahwasanya perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum adalah perbuatan yang tidak baik dan akan ada sanksi-sanksi baik di dunia maupun di akhirat terhadap perbuatan tersebut," katanya.

Oleh karena itu Pemda mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran, dan menyadari bahwa yang pemusnahan terhadap BB telah dilakukan oleh Kajari adalah perbuatan yang melanggar hukum.