Ekonomi

Gubri: Kita Sangat Jauh Tertinggal

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Pembangunan desa menjadi fokus utama bagi daerah berkembang. Salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan adalah dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Gubernur Riau, H Syamsuar mengatakan, Ia akan terus menghimbau kepala desa atau pemimpin daerah agar terus mengembangkan BUMDes di daerah masing-masing. "Ini merupakan gerakan untuk menyejahterakan masyarakat," ujarnya.

Ia mengaku akan mengajak untuk memberdayakan BUMDes yang sudah ada, sebab menurutnya, untuk membangun ekonomi Indonesia harus dimulai dari daerah pinggir terlebih dahulu.

"Daerah pinggir maksudnya desa, kalau desa maju, kecamatan maju, kabupaten maju maka Indonesia pasti juga maju," terangnya.

Lebih lanjut, Syamsuar mengatakan bahwa saat ini angka kemiskinan di Provinsi Riau mencapai 7% dan ia mengajak kepada semua masyarakat untuk sama-sama memiliki targat agar angka tersebut bisa turun.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Riau, lanjutnya, saat ini hanya 2,80% sementara angka nasionalnya adalah 5,30%. "Artinya kita sangat jauh tertinggal," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa kedepan banyak usaha milik negara harus bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BUMDes dan Koperasi.

"Artinya ini kesempatn untuk menambah pendapatan desa sekaligus menambah ekonomi desa," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Syarifuddin mengatakan saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa sampai tanggal 14 November 2019 kemarin telah menerima sebanyak 957 berkas dan sudah terverifikasi sehingga dapat dialokasikan untuk dana BUMDes.

"Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Provinsi Riau mendukung program Gubernur Riau dalan mewujudkan pembangunan desa," pungkasnya.