Metropolis

Permudah Investor Berinvestasi, Pemko Dumai Gelar Pembahasan RDRT

Keterangan foto : segenap peserta rapat dalam membahas materi RDRT

DUMAI, RIAULINK.COM - Dalam rangka memberikan kemudahan bagi investor yang akan berinvestasi di Kota Dumai, Pemko Dumai menggelar rapat pembahasan materi rancangan detil tata ruang (RDRT).

Rapat pembahasan tersebut digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kota Dumai bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Direktorat Pemanfaatan Ruang Republik Indonesia di Hotel The Zuri Dumai baru - baru ini.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR Kota Dumai, M Mufarizal kepada riaulink.com, Rabu (13/11/2019).

Ada dua materi dalam pembahasan tersebut, di antaranya focus group discussion (FGD) dan penyusunan rencana detil tata ruang yang berbasis online single submissions (OSS).

"Kita berharap ke depannya pengurusan administrasi yang berhubungan dengan prizinan bagi investor lebih dipermudah,"ungkap dia.

Menurut dia ada tiga kawasan di Kota Dumai yang dibahas dalam rapat tersebut, yakni kawasan industri, kawasan perdagangan dan jasa dan pelabuhan.

Sementara penataan kawasan perkotaan ini disampaikannya merupakan program bantuan teknis RDRT OSS yang bersumber dari APBN.

Dikatakannya, Dumai merupakan satu dari 36 daerah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia mendapatkan program ini.

"Sedangkan di Riau ada empat daerah, Dumai salah satunya,"papar dia lagi.

"Semoga dengan kemudahan tersebut, menjadikan pertumbuhan perekonomian di Kota Dumai semakin meningkat. Kita berharap agar di tahun - tahun berikutnya Dumai kembali mendapatkan bantuan serupa,"tukasnya.

Sebelumnya hal serupa juga dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai, Hendri Sandra.

Dimana pihaknya sudah membuat aplikasi berbasis daring (online) yang dinamakan sistem aplikasi potensi investasi (SIAPI). 

"Melalui aplikasi ini, tentunya para investor yang ingin mengurus perizinan bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain (calo),"ungkap dia belum lama ini.

"Dan informasi yang didapatkan lebih jelas dan terperinci,"tutur Hendri.

Menurut dia, aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan investasi sejalan dengan sistem OSS yang diatur pada peraturan pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2018.

"Yaitu memberikan informasi terkait semua investasi di seluruh Indonesia,"tukasnya.(Kll)