Pendidikan

MTA XX HIPEMARI Ricuh, LPJ Pengurus Lama Hanya Selembar Kertas

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) XX Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau (HIPEMARI) yang diselenggarakan pada Sabtu (9/11/2019) diwarnai ricuh. Rusuh yang terjadi disebabkan oleh presidum sidang tidak dapat mengakomodir saran atau pendapat dari peserta sidang. 

Selain rusuh, sebagian peserta mubes melakukan aksi walk out dari ruang sidang. Hal ini sebagai bentuk penolakan atas intervensi yang diduga tidak beretika yang dilakukan sekelompok masa pendukung ketua demisioner yang menuntut agar pimpinan sidang mencabut putusan “Ditolaknya LPJ Pengurus 2017-2018” yang telah disepakati dan ditandatangani di konsideran sebelumnya yang digelar di ruang rapat asrama mahasiswa Riau.

Awal mula kerusuhan tersebut dipicu oleh ketidaksiapan panitia dalam sosialisasi registrasi kehadiran. Peraturan baru mengenai hak yang sudah/belum registrasi, sehingga menyebabkan banyaknya mahasiswa dan pelajar yang kehilangan hak pilih.

Panitia baru memberitahukan batas registrasi 1 jam sebelum acara dimulai. Sehingga terlihat panitia seperti memihak atau tidak netral dalam MTA ini.

Serta alat kelengkapan mubes dan tidak adanya bukti dari laporan pertanggungjawaban yang berupa rincian pengeluaran dan kwitansi dari setiap pelaksanaan program. 

“LPJ tidak bisa kita terima karena tidak ada bukti untuk mempertanggungjawabkan kegiatan-kegitan yang selama ini dilaksanakan pengurus. Mustahil  laporan keuangan hanya selembar kertas untuk masa abdi 2 tahun," ungkap Guntur Ramadhan, salah satu dari peserta mubes yang melakukan walk out dari ruang MTA.

Selanjutnya, setelah diintervensi dan diancam Presidum sidang memutuskan untuk mencabut keputusan ditolak nya LPJ pengurus 2017-2018 . 

Hasil putusan tersebut membuat beberapa organisasi promodial Kabupaten Walk Out dan menilai bahwa forum sudah tidak lagi relevan terhadap kebenaran dan lebih memihak kepada kepentingan serta memperjuangkan sesuatu yang tidak ada dasarnya.

Musyawarah diskors beberapa saat, presidum melanjutkan kembali agenda musyawarah dengan meminta pendapat forum terhadap LPJ pengurus HIPEMARI periode 2017-2018 . 

Salah satu presidum sidang mengatkan bahwa pelaksanaan MTA tersebut tidak sah karena tidak mencapai kuorum dan ada upaya panitia untuk mengumpulkan peserta hingga kuorum.

“Mubes tidak dapat dikatakan sah kerena tidak quorum dan saya terpaksa menandatangani berita acara mubes karena berada dalam keadaan terancam oleh massa pendukung salah satu kandidat yang masih bertahan dirunag MTA,“ ungkap salah satu presidum sidang pada  MTA tersebut. 

Sebelumnya, Presidum telah mengusulkan agar pelaksanaan musyawarah diskors untuk bebrapa saat untuk dapat menghadirkan peserta mubes yang walk out.

“Saya telah menawarkan agar rapat diskors kepada pimpinan sidang lainnya tapi tidak dihiraukan,“ lanjut kepada wartawan.

Saat ini peserta yang walk out tidak dapat menerima hasil MTA dan menuntut MTA dilakukan ulang.