Hukrim

Perangi Pekat Berujung Bencana, GMB Audiensi ke Polres Rohil

ROKANHILIR, RIAULINK.COM - Menindaklanjuti Kesepakatan bersama beberapa waktu Yang lalu, Gabungan Muslim Bersatu (GMB) melakukan Audiensi ke Kapolres, Dandim 0321, Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir.

Hal itu dilakukan GMB karena prihatin melihat maraknya praktek Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti permainan Gelper, Judi Online, LGBT atau Waria (Bencong) yang sering mangkal ditaman Kota Bagansiapiapi serta maraknya maksiat dugaan prostitusi berkedok salon, hotel hotel yang menggunakan jasa WTS dan sejumlah tempat karaoke yang beroperasi sampai pagi yang kian hari makin meresahkan. Jika dibiarkan terus menerus dapat mengundang bala bencana Gempa Bumi, Tsunami dan sebagainya seperti yang pernah di alami Aceh, Lombok dan baru baru ini di Kota Palu Sulawesi.

“Alhamdulillah semalam sudah ke Kapolres dan hari ini ke Dandim. Begitu selesai audisi dengan Dandim 0321 saya didampingi Ketua MUI, Ucok Muktar, ketua LDI, Ketua GMB dan Laskar GMB bertemu langsung dengan ketua DPRD Rokan Hilir ( Maston) dengan membahas topik yang sama, insya Allah Senin ke Kejari ujar Pembina GMB Ustazd Ibrahim Achmad, Jumat (8/11/2019).

Menurut Pembina GMB Ustadz Ibrahim Achmad, sambutan instansi yang telah ditemui, semua mendukung dan tinggal menunggu waktu yang tepat dengan harapan, Bupati Rokan Hilir H.Suyatno secepatnya dapat mengundang Forkompinda untuk melakukan audiensi dengan pihak terkait.

Tanggapan Polres semalam, jika 5 instansi ini sudah mendukung maka Polres akan maju terdepan dalam menertibkan pekat yang beroperasi di kota Bagansiapiapi sebahai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.

Ketika ditanya, apa yang membuat GMB tergerak hingga ingin bersama sama menertibkan bahkan membasmi Penyakit – Penyakit Masyarakat, ia menambahkan GMB bergerak karena ormas – ormas yang ada di Rohil fakum tak ada satu pun yang bergerak sehingga pekat semakin merajalela.

“Jadi kalau tidak kita siapa lagi? Kita tidak mau Rohil menjadi Palu yang ditenggelam kan Oleh Allah SWT akibat kemaksiatan merajalela, sebab kemaksiatan adalah pengundang bala bencana. Jangan sempat bala bencana diturunkan Allah akibat kita diam atas kamaksiatan yang merajalela," terangnya.

Lebih lanjut GMB berharap, semoga Pemda menanggapi dan menindak lanjuti apa yang menjadi harapan bersama lewat usulan yg kita sampaikan dan terlebih lagi Kepada ormas – ormas Islam yang ada di Rohil agar bersama – sama memberantas kemaksiatan.

”Jangan sempat daerah kita dijadikan ladang oleh oknum oknum dari luar yang mencari uang ditempat kita, sehingga memanfaatkan anak ponakan kita untuk mengembangkan kemaksiatan menjadi penyakit mematikan ditengah – tengah kita.

Kemudian dari pada itu, sambung Ustazd Ibrahim Achmad, GMB bergerak dilandaskan tuntutan hukum wajibnya Nahi mungkar bagi setiap diri ummat islam, iman kita belum sempurna jika kita hanya mementingkan ibadah sementara nahi mungkar kita tidak laksanakan, ” kita rajin sholat tapi jiran kita masih banyak mabuk -mabukan, jiran tetangga kita masih kita biarkan berjudi, menjadi pasien atau pesakitan Narkhoba yang pada akhirnya Celaka," katanya.(dgt)