Nasional

Sebanyak 22.628 Netizen Telah Tandatangani Petisi 'Universitas Indonesia Pecat Ade Armando' 

Akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando

RIAULINK.COM Sebanyak 22.628 netizen telah menandatangani petisi 'Universitas Indonesia Pecat Ade Armando' di laman change.org. Jumlah itu berdasarkan pantauan Riaulink.com pada hari kedua petisi, Rabu (6/11/2019), pukul 11.33 WIB.

Akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengaku tak masalah jika aksinya mengunggah meme 'Joker Anies' bakal mempengarugi kariernya di kampus. Ade Armando mengatakan banyak cara lain jika kampus UI memecatnya dari posisi dosen.

"Saya sekolah tinggi itu dibiayai rakyat. Saya itu berutang pada rakyat. Kalau gara-gara ini misalnya sampai harus berhenti mengajar, ya gak apa-apa juga," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (4/11/2019).

Dikutip dari cnnindonesia, Ade menyatakan masih bisa bekerja di bidang lain, seperti menulis buku atau membuat penelitian. Opsi lain adalah mengajar di kampus lain. "Jadi enggak masalah sama sekali," katanya.
 
Hal tersebut disampaikan Ade merespons petisi yang menuntut agar UI memecatnya. Ade mengklaim apa yang dilakukannya, termasuk mengunggah meme 'Joker Anies' merupakan bagian dari tugasnya sebagai akademisi untuk memperjuangkan kebenaran.

"Saya itu dari dulu adalah orang yang terlibat dalam perlawanan melawan korupsi, termasuk di UI. Kalau untuk itu saya mendapatkan ancaman seperti saya akan dipecat, atau saya diserang, ditakut-takuti, ya enggak apa-apa juga," jelas Ade.

Menurut Ade, membuat petisi merupakan hak yang melekat pada setiap warga negara. Dia mengaku hendak melihat sejauh mana petisi tersebut efektif untuk mengeluarkan dirinya dari karier akademik di UI.

Ade berpendapat petisi tersebut merupakan cerminan dari pihak-pihak tertentu yang merasa diuntungkan dengan penganggaran Pemda DKI Jakarta yang melimpah. Mereka, kata Ade, kemudian takut kejahatan korupsinya terbongkar.

"Maka mereka berusaha membungkam, memaksa saya untuk berhenti bicara dengan cara mengancam melalui petisi," tutur Ade.

"Tiap hari juga saya menerima berbagai (pesan dari aplikasi obrolan) WhatsApp, (isi pesannya) memaki-maki saya. Tapi biasa lah, enggak apa-apa," sambung Ade.

Akun Nadine Olivia sebelumnya mengeluarkan petisi bertajuk 'Universitas Indonesia Pecat Ade Armando' di laman change.org pada Senin (4/11/2019) lalu.

Menurut petisi tersebut, Ade sebagai seorang intelektual dinilai kerap membuat gaduh dengan pernyataannya yang tidak jarang menyerang tokoh politik maupun ulama.

"Kami menggalang dukungan dari masyarakat melalui peisi dengan tujuan agar Universitas Indonesia memecat Dr Ade Armando M.sc sebagai dosen di Universitas Indonesia," demikian salah satu petikan dari petisi yang sudah meraup 20 ribu lebih tanda tangan sejak Rabu (5/11/2019) pagi itu. Jb