Hukrim

Naas, Pelaku Penodong di Inhil Terkapar Dihantam Besi oleh Korbanya

Ilustrasi. Int

INHIL, RIAULINK.COM - Merasa terancam setelah ditodong dengan senjata api oleh pelaku bersebo, Jaini adik kandung Abdul warga jalan provinsi parit 02 Kelurahan Tembilahan Barat hantam kepala pelaku dengan besi hingga pelaku terkapar. 

Kejadian ini Senin 21 Oktober 2019 sekira pukul 05.30 Wib saat Abdul bersama adiknya Jaini sedang duduk diatas pompong (perahu kayu) miliknya di pelabuhan semen padang tepatnya di Gudang Semen SCG parit 04 Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Tidak berapa lama datang dua orang menggunakan pompong kecil tidak di kenal menggunakan sebo dan masker menghampiri mereka. Setelah itu para pelaku meminta uang rokok. Namun Abdul menjawab tidak memiliki uang.

“Saya tidak ada uang sedangkan saya membawakan barang orang," tutur Abdul kepada Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Indra Duaman Siahaan melalui Kasubag Humas, Iptu Warno Akman

Lalu terlapor terus memaksa dan berkata " jangan bohong jujur aja". Namun Jaini berkata "Saya punya uang cuma 10.000, itupun sisa belanja"

Lalu terlapor terus mendesak meminta uang, tidak lama kemudian teman terlapor berkata sambil menodongkan senjata api ke arah korban "Jangan macam macam ini senjata api nanti kami tembak dan kumpulkan barang barang kalian" 

Merasa terancam Jaini langsung reflek memukul kearah kepala terlapor bernama Abdul Samsul menggunakan satu bilah besi dengan panjang kurang lebih 1 meter dan teman terlapor bersebo langsung melarikan diri dengan melompat dari atas pompong ke dalam air dan selanjutnya pelapor meninggalkan tempat tersebut. 

Pada Senin 21 Oktober 2019 sekira pukul 05.45 Wib, pelaku ditemukan warga tergeletak diatas sampan kecil (perahu kecil) dan mengalami luka di bagian kepala yang cukup dalam. Korban sempat melambaikan tangan meminta tolong. Sesampainya Sampan yang digunakan korban di pelabuhan tersebut, masyarakat langsung menolong korban dan melihat kondisi korban sudah dalam keadaan luka robek parah di bagian kepala.

Atas informasi temuan tersebut, Kapolsek Tembilahan Hulu, Akp Rhino Handoyo bersama personil mendatangi TKP dan melakukan evakuasi Syamsul (46) warga jalan Prof M Yamin RT 001 RW 009 Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan. Syamsul langsung dilarikan ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan yang awal mulanya korban merupakan pelaku curas (pencurian dan kekerasan) terhadap korban Abdul.

"Korban ditemukan dalam keadaan luka robek parah di kepala yang cukup parah berlumuran darah, kondisi sampan pada saat itu hampir dipenuhi oleh air," tutur Warno

 Setelah dicek oleh personil Polsek, ditemukan sepucuk senjata rakitan yang berisikan 2 butir peluru, serta senjata tajam yang berada didekat korban tersebut. 

 Dan sekira pada pukul 07.15 Wib selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Tembilahan Hulu untuk dilakukan tindakan Medis lebih lanjut. 

 "Setelah dilakukan observasi oleh tim dokter sekira pukul 07.50 Wib korban tidak bisa diselamatkan lagi atau meninggal dunia," terangnya.