Parlemen

Sah Dilantik, Agus minta Legislatif Bangun Dumai Tanpa Memandang Warna

Keterangan gambar : Pelantikan tiga pimpinan DPRD Kota Dumai oleh Ketua PN Kelas I A Dumai, Hendri Tobing.(hrx)

DUMAI, RIAULINK.COM - Setelah sebelumnya Sekretaris DPRD Kota Dumai Fridarson mengumumkan dua nama pemimpin DPRD Kota Dumai yakni Mawardi dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Bahari dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Jumat, 20 September 2019 lalu tanpa adanya posisi ketua kala itu. 

Diketahui suara terbanyak di hasil pemilihan legislatif tersebut, Partai Demokrat memiliki lima kursi, sejatinya fraski Demokrat lah yang menjadi pemimpin.

Sempat beredar isu di kalangan masyarakat, jika internal parpol yang dinakhodai Eko Suhardjo tersebut terjadi perebutan satu sama lain. Bahkan dua nama pun muncul yakni Roni Ganda Bakara dan Agus Purwanto.

Hanya saja hal itu ditepis Roni saat ditanyai oleh media beberapa waktu lalu. Ia mengatakan jika nama yang digadang-gadang adalah Agus Purwanto dan bukanlah dia.

"Apalagi semua keputusan prerogatif ada di tangan DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Dan info yang saya dapatkan memanglah Mas Agus, bukan saya.., malah saya ga dengar info itu..,"ucap dia.

Sedangkan di lain kesempatan terkait belum munculnya nama pimpinan dari Demokrat, Fridarson mengatakan jika hal itu tidak menjadikan suatu permasalahan. Pihaknya hanya menunggu surat keputusan dari partai siapa yang berhak memegang kursi tampuk pimpinan.

"Seperti hal nya PKS dan PDIP, pihak partai sudah menyuratinya kepada kita (DPRD), makanya kita umumkan,"ucap dia.

Selang tiga pekan berlalu, setelah diumumkannya dua nama wakil DPRD tersebut, ternyata Sekwan pun menerima keputusan partai yang menjatuhkan mandat kepada Agus Purwanto.

Tak ayal pelantikan ketiga pemimpin wakil rakyat itupun dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas I A Dumai, Hendri Tobing yang dipimpin oleh Ketua DPRD sementara, Supriyanto pada Senin, 21 Oktober 2019 kemarin.

Ketiganya diambil sumpah dan janji jabatan dan selanjutnya penandatanganan SK, sembari serah terima palu pimpinan dari pemimpin DPRD sementara yakni Supriyanto dari Demokrat dan Haslinar dari Nasional Demokrat (NasDem).

Usai pelantikan Agus yang sebelumnya juga pernah menjadi legislator Dumai periode 2009-2014 dari Golongan Karya menyampaikan agar segenap anggota legislatif menjalankan fungsi dan perannya.

Ia pun tak menampik akan berat tugas yang ada di pundaknya bersama rekan-rekannya yang lain.

"Untuk itu kami perlu seluruh dukungan dan solidaritas dari semua teman-teman legislator termasuk koordinasi pimpinan daerah dan semua pihak,"ucapnya penuh harap.

"Hal yang paling mendesak saat ini adalah pembentukan Banggar (badan anggaran) untuk membahas RAPBD 2020,"ujar dia lagi menimpali.

Ia pun berharap agar seluruh anggota dewan bersatu untuk membangun Dumai tanpa memandang warna.

Selain itu ia juga mengingatkan agar wakil rakyat ini selalu mengawal pemerintahan Kota Dumai sehingga menjadi kota yang makmur dan madani.

"Kita pun menyadari bahwa pemerintah Kota Dumai juga akan menghadapi tantangan yang tidak sederhana dari berbagai dimensi ke depannya,"tuturnya.

"Sebagai bagian unsur dari pemerintahan, kita tidak mungkin membiarkan pemerintah bergulat sendiri menghadapi masalahnya. Karena sejatinya pemerintah tidaklah berdiri sendiri,"papar dia.

Sebagai bagian dari unsur Pemerintah Daerah Kota Dumai, kita tidak mungkin membiarkan Pemerintah kota Dumai bergulat sendiri menghadapi masalahnya. Sesungguhnya pemerintahan tidak lah berdiri sendiri," paparnya.(Kll)