Riau

TNI Diminta Mampu Antisipasi Ancaman Proxy War dan Cyber War

Keterangan foto : Kemeriahan HUT TNI ke 74 di Satradar 232 Dumai

DUMAI, RIAULINK.COM - Komandan Satradar 232 Dumai, Letkol (Lek) Chandra Kelana Wirabhati meminta kepada segenap prajurit TNI untuk selalu berinovasi dan berkreasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sehingga menurutnya, TNI juga harus mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman proxy war (perang proxi) dan cyber war (perang dunia maya) yang menjadi ancaman nyata bangsa saat ini.

"Untuk itu kita juga harus mewaspadai merebaknya fenomena kebangkitan PKI,"ujar dia dengan nada berpesan baru-baru ini pada upacar HUT TNI ke 74  sembari mengutip amanat dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dijelaskannya, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks.

Baginya, perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. 

Meskipun kemajuan teknologi sangat berguna bagi kehidupan manusia, namun  membawa dampak disruptif (merusak pasar teknologi) di berbagai bidang.

Sehingga hal ini menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi.

“Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai,” tuturnya.

Menghadapi kompleksitas ancaman tersebut diperlukan postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Dalam melaksanakan tugas pokoknya,TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya,"tukasnya.(Kll)