Hukrim

Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 15 Kg

Keterangan foto : Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto bersama Dandim 0320/Dumai, Letkol Inf Horas Sitinjak dan Kapolres Dumai, AKBP Restika Pardamean Nainggolan dalam keterangan persnya

DUMAI, RIAULINK.COM - Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan yang diduga narkoba jenis sabu sebanyak 15 bungkus. 

Penyelundupan barang haram tersebut digagalkan Lanal Dumai pada Rabu, 11 September 2019 lalu sekiranya pukul 00.35 WIB di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis pada koordinat 1°24.883'N 102°04.332’E.

Pada keterangan tertulisnya, Kamis (12/9/2019) Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P), Wahyu Dili Yudha Hadianto didampingi Komandan Distrik Militer 0320/Dumai, Letnan Kolonel Infantri Horas Sitinjak dan Kapolres Dumai, AKBP Restika Pardamean Nainggolan penangkapan sabu tersebut diduga berasal dari Malaysia.

Ia menceritakan kronologis penangkapan sabu seberat 15 kilogram itu, hal ini bermula  informasi dari agen di lapangan yang diterima oleh Tim F1QR, Selasa, 10 September 2019 lalu. Informasi tersebut menyatakan akan ada speedboat membawa narkoba dari Malaysia yang akan masuk ke perairan Bengkalis. 

Selanjutnya pihak Lanal Dumai pun melakukan briefing di RKU Sintel Lanal Dumai untuk melakukan pengejaran dan penyergapan sekiranya pukul 12.00 WIB di hari yang sama.

Kemudian Tim F1QR bergerak menuju pos angkatan laut (Posal) Bengkalis untuk menyiapkan sarana dan perlengkapan untuk penyergapan.

"Pada pukul 19.00 WIB tim F1QR melaksanakan penyisiran di wilayah perairan Bengkalis dengan menggunakan speed Patroli F1QR Lanal Dumai," sebutnya Kolonel Wahyu.

Dirinya mengaku pada Rabu, 11 September 2019 kemarin mendeteksi suara mesin speed yang melintas di perairan Bengkalis yang mengarah Bukit Batu, sekiranya pukul.00.20 WIB.

 Kemudian tim F1QR langsung melaksanakan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan. ‎Saat dilakukan tembakan, ternyata tak membuat speed tersebut berhenti, bahkan  tidak menghiraukan dan terus melaju zigzag menghindari tembakan yang dilepaskan oleh tim F1QR. 

Speed pelaku terus melaju mengarah ke area kedangkalan, hal ini membuat tim kewalahan dikarenakan speed patroli F1QR tidak dapat bergerak bebas di area kedangkalan. 

Pengejaran tak sampai di situ saja, bahkan tim F1QR terus memburu hingga ke arah pantai sekiranya pukul 00.50 WIB dalam kondisi kapal sudah dikandaskan tanpa adanya anak buah kapal (ABK) di pantai Desa Buruk Bakul. 

"Dalam speed tersebut didapati sebuah tas besar berwama hitam yang diduga berisi narkoba," imbuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata benar, ditemukan narkotika jenis sabu berjumlah 15 bungkus.

"Kemudian tim kita (F1QR) melakukan penyisiran ke seluruh areal pantai namun pelaku berhasil meloloskan diri dari pengejaran,"ungkap dia lagi menerangkan.

Meskipun tak berhasil mengejar pelaku yang membawa barang haram tersebut, petugas lalu membawa barang bukti dan speed pancung mesin 40 PK merk Yamaha milik pelaku ke Posal Bengkalis.

Sekiranya pukul 02.15 WIB barang bukti dibawa menuju Mako Lanal  Dumai, dengan pengawalan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Dumai untuk dilaksanakan penyelidikan Iebih Ianjut. 

Berdasarkan hasil pengujian  laboratorium dan identiflkasi yang dilaksanakan oleh Lanal  Dumai dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) TMP B Dumai terhadap barang bukti 15 bangkus yang diduga narkoba jenis sabu seberat 13.294 gram, dan Kalium  Sulfat/K2804 + Tawas/Bleach : 2654 gram dengan total keseluruhan 15.951 gram. 

"Narkoba jenis sabu-sabu seberat 13.294 gram yang berhasil diamankan F1QR Lanal Dumai diperkirakan bernilai sekitar Rp20,3 miliar. Dengan penangkapan narkoba tersebut jutaan masyarakat Indonesia dapat diselamatkan,"sebutnya.  

Kolonel Wahyu juga akan melakukan koordinasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian dan pihak-pihak terkait guna mengungkap para pelaku agar peredaran narkoba di indonesia khususnya di wilayah Riau benar-benar dapat diberantas.(Rls/Kll)