Peristiwa

Dinilai Mencoreng Marwah Melayu, LAMR Siak Kutuk Keras Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur

SIAK, RIAULINK.COM - Masyarakat Kabupaten Siak Provinsi Riau kembali dihebohkan dengan perbuatan asusila, seperti pelecehan seksual yang dilakukan kepada seorang anak dibawah umur, berusia 15 tahun dan merupakan siswi kelas III di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten yang berjuluk Negeri Istana.

Kali ini perbuatan tercela itu diduga dilakukan oleh seorang oknum staff di Kantor Urusan Agama (KUA) di salah satu Kecamatan di Kabupaten Siak yang juga menyandang bergelar sebagai ustadz. 

Hal itu disampaikan langsung oleh pihak Keluarga korban melalui kuasa hukum anak tersebut, Ismail SH, Senin 28 November 2022. Pihak keluarga telah melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Siak.

Ismail mengatakan, aksi tercela yang dilakukan ustadz muda itu terjadi pada saat seluruh murid di MTs mengikuti kegiatan studi tour ke Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), pada tanggal 16 November 2022 lalu, diikuti oleh 80 orang murid dengan menggunakan 2 unit bus.

Saat rombongan sudah tiba di Bukittinggi pada siang hari. Pelaku mulai melakukan pendekatan dengan korban, dengan cara mengikuti kemana korban pergi selama berada di Bukittinggi.

Saat bus yang membawa rombongan kembali ke Kabupaten Siak, pelaku mulai mencari akal untuk melancarkan aksi bejatnya. Saat malam hari sekira pukul 23.00 WIB, tiba-tiba pelaku duduk di samping korban, padahal bangku itu sudah diisi teman korban. Namun pelaku tetap duduk diantara korban dan temannya, meski bangku di bus itu untuk kapasitas dua orang.

"Saat duduk itulah pelaku ini mulai melakukan pelecehan itu. Anak itu sampai takut dan tak bisa buat apa-apa, bahkan tidak tidur karena menepis tangan jahat pelaku itu yang mencoba meraba-raba bagian dada anak kita itu, sekarang anak itu trauma," ungkapnya.

Tak berhenti disitu, lanjutnya menceritakan, pelaku juga sempat mengambil smartphone milik korban agar korban tak mengirim pesan atau menghubungi siapa pun.

"Bahkan mulut anak kami itu ditutupnya pakai tangannya (tangan pelaku)," tambahnya.

Dari keterangan yang dihimpun awak media, pihak keluarga korban sebelumnya telah melaporkan oknum pelaku tersebut kepada pihak sekolah. Akan tetapi pihak sekolah hanya menempuh penyelesaian masalah dengan damai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Hanya setakat berdamai saja pak, maka dari itu kita tempuh jalur hukum, semoga keadilan segera ditegakkan," sahut salah seorang anggota keluarga korban dengan amarah yang menggelora.

Setelah kabar tersebut mencuat, diketahui korban merupakan keponakan salah satu anggota komisi I DPRD Kabupaten Siak, H Azmi. 

Azmi mengaku geram atas kejadian itu, ia menyayangkan sikap pihak sekolah yang justru ingin permasalahan tersebut tidak melebar. Menurutnya hal itu malah mencorengkan dan menginjak-injak harga diri keluarga besarnya. 

"Saya sangat kecewa dan kesal sekali terhadap pihak sekolah MTs itu. Kenapa seolah-olah ini disepelekan dan menganggap hal kecil. Pihak sekolah sangat teledor dengan kejadian ini, kegiatan mereka itu seharusnya dipenuhi tanggungjawab besar karena melibatkan anak-anak orang. Kalau begini dimana tanggungjawab mereka. Saya mendukung dan mendorong penuh kasus ini biarlah pihak kepolisian yang memproses agar terlihat siapa benar dan salah di mata hukum," kecamnya. 

Kejadian tersebut saat ini menjadi perhatian khusus bagi tokoh-tokoh dan elemen masyarakat.

Menanggapi hal itu, Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak langsung menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Gedung LAMR Siak, untuk menanggapi permasalahan tersebut.

Timbalan DPH LAMR Siak H Makmur dalam pertemuan itu mengatakan, pihaknya mengutuk keras tindakan asusila yang telah dilakukan oleh oknum ustadz tersebut kepada seorang anak dalam kegiatan study tour sekolah ke Bukittinggi, Sumatera Barat itu.

"Perbuatan ini sudah mencorengkan marwah Melayu. Negeri ini beradat bukan negeri asal-asalan, dia itu ustad, sebagai panutan, masak melakukan hal-hal yang dialarang agama seperti itu. Kita minta penegak hukum segera tangkap pelaku dan memproses kasus ini agar tidak menimbulkan keresahan yang berkepanjangan di masyarakat," kata Makmur didampingi Bidang Kajian LAMR Siak Deddy Irama, Bidang Hukum LAMR Siak Rolis Muchtar dan pengurus lainnya.

Ia pun menegaskan, hasil diskusi yang dilakukan bersama beberapa orang tokoh masyarakat hari ini akan disampaikan kepada petinggi LAMR Siak untuk segera ditindaklanjuti. 

"Nantinya kami (LAMR Siak) akan menyikapi hal ini secara tertulis, dan akan kami sampaikan kepada Pkab Siak dan Polres Siak, agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, tokoh Masyarakat Siak Hamdan Saily, yang juga hadir dalam pertemuan itu tampak tak kuasa menahan emosinya.

Ia menegaskan, bahwa Siak merupakan daerah yang memiliki adat yang kental, bersandikan sarak, sarak bersandikan kitabullah. 

"Negeri ini beradat, sampaikan kepada dia, Kalau dia merasa difitnah dan berita yang ditulis oleh adik-adik wartawan salah, saya tantang pelaku bersumpah atas nama kitab suci Alquran. Sumpah pocong, kalau dia berani. Adat kita masih ada. Itu buktinya bekas kerajaan Siak masih berdiri megah," tegasnya dengan suara lantang.

Mantan pengurus LAMR Siak itu juga mengatakan, pemkab Siak harus segera menyikapi persoalan ini, terkhusus terhadap korban, yang merupakan anak dibawah umur. Ia juga meminta agar pelaku tidak dilindungi oleh pihak-pihak tertentu.

"Jangan ada yang berani backing pelaku, biarkan proses hukum berjalan, kita akan kawal masalah ini. Pemerintah daerah jangan diam saja. Siak ini bukan kota iblis. Tidak ada istilah damai, kalau terbukti bersalah, pelaku harus dihukum," ujarnya dengan suara menggelegar.

Dalam kesempatan itu Tokoh Pemuda Siak Tatang juga mengutarakan hal yang serupa. Dirinya mendukung upaya pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

"Tidak ada kata damai dengan pelaku. Kami pemuda Siak siap menjadi garda terdepan untuk mengawal proses hukum hingga putusan hakim di pengadilan nanti," tegasnya.