Peristiwa

Diduga Sengaja Alirkan Limbah ke Sungai Indragiri, PC SAPMA PP Inhu 'Kutuk' Kinerja Managemen Pabrik PT SJML

Ket Foto: Ketua PC SAPMA PP Inhu, Ilham Permana.

INHU, RIAULINK.COM - Dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah pabrik kelapa sawit PT SJML (Sawit Jaya Mandiri) yang berdomisili di Desa Pasir Selabau, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau kembali mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Kali ini, kecamatan tersebut datang dari Ketua PC (Pengurus Cabang) Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila) Kabupaten Inhu, Ilham Permana.

Dengan tegas, Ilham sangat mengutuk perilaku managemen PT SJML yang secara terang-terangan mengalirkan limbah cair mereka ke aliran sungai Indragiri.

"Apa yang dilakukan pihak PT SJML ini, sudah tidak dapat ditoleril, dan jelas telah melanggar ketentuan perundang-undangan," kata Ilham kepada, RiauLink.com, Rabu (23/11/2022) di Pematang Reba.

Sebagai perusahaan, PT SJML mempunyai kewajiban dalam upaya pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup, bukan malah sebaliknya.

Dengan demikian, mahasiswa jebolan Universitas Riau tersebut meminta aparat penegak hukum, untuk dapat bertindak tegas dan profesional dalam penegakan hukum terhadap para pihak yang melanggar.

Seperti halnya, managemen PT SJML yang diduga dengan sengaja membuang limbah pabrik kelapa sawit mereka ke aliran sungai Indragiri. Dan kuat dugaan, limbah yang mereka buang tersebut, masuk dalam kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Selain itu lanjut Ilham, pihaknya juga meminta instansi terkait dalam hal ini DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Inhu, untuk tidak tutup mata atas apa yang dilakukan perusahaan tersebut. Dan sudah selayaknya, pemerintah daerah mencabut izin operasional perusahaan tersebut.

"Sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas lingkungan hidup, DLH hendaknya profesional dalam menegakkan aturan, bukan malah tutup mata atas semua kesalahan perusahaan. Atau jangan-jangan ada konspirasi antara DLH dengan PT SJML itu," ketus Ilham dengan nada kesal.

Ket Foto: Tangkapan layar dari video pembuangan limbah PT SJML yang sengaja dibuang ke aliran sungai Indragiri.

Masih kata pria kelahiran Air Molek tersebut, air sungai Indragiri yang dialiri limbah pabrik PT SJML itu, merupakan satu-satunya sumber air bagi ribuan masyarakat yang berdomisili disepanjang aliran sungai tersebut.

"Jika aliran sungai tercemar, dapat dipastikan akan berdampak buruk bagi masyarakat. Dan tidak hanya itu, Sungai Indragiri juga merupakan sumber air utama yang diproduksi oleh PDAM Tirta Indra, selaku perusahaan penyedia air minum bagi masyarakat Inhu," jelas Ilham.

Maka dari itu, pihaknya sangat berharap kepada instansi dan institusi terkait, dapat sesegera mungkin memberikan tindakan tegas, dan memproses pihak perusahaan tersebut, secara hukum yang berlaku di negara ini, karena apa yang dilakukan pihak PT SJML itu jelas merupakan sebuah tindak pidana, tandas Ilham.

Sebagai mana diketahui, limbah cair PT SJML yang mencemarkan aliran sungai Indragiri itu, sengaja dibuang pihak perusahaan melalui line aplikasi. Hal tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun, dan bahkan sejak pabrik tersebut dioperasikan.

Menjawab hal itu, Wilson Pangaribuan selaku manager PKS PT SMJL, beberapa waktu lalu mengakui bahwa sistem pengolahan limbah atau IPAL (Instalasi Pengolahana Air Limbah) yang mereka miliki masih perlu dilakukan perbaikan, dan terkait line aplikasi yang sebelumnya sempat mereka gunakan, benar tidak memiliki izin dari instansi terkait.

"Disetiap perusahaan seperti PKS, tentu ada yang namanya limbah. Kami mengaku bahwa perusahaan ini masih banyak kekurangan dalam pengelolaan limbah. Maka dari itu, beri kami waktu untuk memperbaiki semua itu," ujar Wilson. (*)