Internasional

Kota Lyman Lepas, Sekutu Putin Dorong Rusia Pakai Senjata Nuklir Berkekuatan Rendah

Pemimpin regional Chechnya Ramzan Kadyrov. Foto: AP/Musa Sadulayev

RIAULINK.COM - Keberhasilan pasukan Ukraina merebut kembali Kota Lyman di timur Ukraina mendorong sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan penggunaan senjata nuklir ringan. Pemimpin wilayah Chechnya, Rusia, Ramzan Kadyrov, menilai Kremlin perlu mempertimbangkan opsi tersebut.

"Menurut pendapat pribadi saya, harus ada tindakan drastis yang diambil, mulai dari menerapkan darurat militer di daerah perbatasan dan menggunakan senjata nuklir berkekuatan rendah," tulis Kadyrov di aplikasi kirim pesan Telegram.

Pejabat lainya termasuk mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyarankan Rusia mungkin perlu senjata nuklir. Tapi, seruan Kadyrov merupakan yang paling menonjol dan eksplisit.

Pekan lalu, Putin mengatakan ia bukan menggertak ketika mengatakan siap mempertahankan "integritas teritorial" Rusia dengan segala cara. Pada Jumat (30/9/2022) lalu, ia resmi menganeksasi wilayah Ukraina.

Washington mengatakan akan bertindak tegas pada setiap penggunaan senjata nuklir. Lembaga think-tank Study of War (ISW) mengatakan status militer Rusia saat ini hampir tidak bisa mengoperasikan nuklir di medan tempur walaupun memiliki unit yang terlatih untuk itu.

"Tentara Rusia yang saat ini terdiri kelompok tentara kontrak yang kelelahan, pasukan cadangan yang dimobilisasikan dengan tergesa-gesa, pasukan wajib militer dan tentara bayaran tidak dapat bekerja dengan baik di lingkungan nuklir, setiap wilayah yang terdampak senjata nuklir taktis Rusia tidak akan dapat dilewati pasukan Rusia, hal ini menyulitkan Rusia bergerak maju," kata ISW.