Internasional

Pakistan Kutuk Keras Serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa

Tentara Israel memasuki Masjid Al Aqsa [antara]

RIAULINK.COM - Pakistan turut mengutuk keras serbuan Israel ke kompleks Masjid Al Aqsa di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki. Kutukan itu menambah daftar panjang negara-negara Muslim lain yang mengecam serangan Israel tersebut.

"Pakistan mengutuk keras penyerbuan di halaman Masjid Al Aqsa oleh pemukim Israel di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Pakistan dengan tegas menyebut bahwa aksi Israel itu merupakan tindakan provokatif yang secara terang-terangan melanggar kesucian Kiblat Pertama. Selain itu, serangan itu juga disebut Pakistan telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

"Insiden semacam itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, norma, dan praktik internasional. Setiap upaya untuk mengubah status sejarah dan hukum Masjid Al Aqsa harus dihentikan," tegas kementerian itu.

Sebagai informasi, sekelompok pemukim ilegal Yahudi memaksa masuk ke kompleks Al Aqsa pada Minggu (7/8/2022), tepat ketika Israel melanjutkan pengebomannya di Jalur Gaza.

Israel telah menewaskan 43 orang dan melukai lebih dari 300 orang di Gaza dalam serangan terbarunya di daerah kantong Palestina, yang berada di bawah blokade militer Israel selama 15 tahun.

Qatar, Jordania, Kuwait, Turki, dan Arab Saudi termasuk di antara negara-negara yang mengecam serangan Israel di tempat suci Islam tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan "praktik provokatif Israel adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengubah status historis dan hukum Masjid Al Aqsa, dan untuk memajukan pembagian temporal masjid".

Menyerukan tindakan internasional, Qatar memperingatkan bahwa "provokasi simultan dengan agresi baru Israel di Jalur Gaza akan menyebabkan eskalasi berbahaya dan gelombang kekerasan".

"Kami mengutuk keras serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap warga sipil dan upaya untuk beribadah di Masjid Al Aqsa," kata Kemlu Turki dalam sebuah pernyataan.

"Kami mengulangi seruan kami kepada pemerintah Israel untuk tidak mengizinkan tindakan seperti itu menargetkan status dan kesucian Al Haram Al Sharif," kata kementerian tersebut.

Menteri Luar Negeri Jordania Ayman Safadi mengatakan dia telah berdiskusi dengan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland tentang upaya untuk menghentikan agresi Israel di Gaza.

"Mengakhiri eskalasi dan memulihkan ketenangan harus menjadi prioritas global," ujar Wennesland.

Safadi mengatakan "status quo historis dan hukum" harus dihormati di Yerusalem. [ANTARA]