Ekonomi

Menko Airlangga Tampung Keluhan Petani soal Harga Pupuk

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto hadir saat peremajaan dan panen sawit rakyat di Kampung Libo Jaya, Siak, Riau. Airlangga pun dicurhati petani soal harga pupuk.

Airlangga melakukan penanaman dan panen sawit bersama Gubernur Riau Syamsuar. Terlihat hadir Ketua Umum DPP Sawitku Masadepanku (Samade), Tolen Ketaren, Wakil Ketua Umum Abdul Aziz dan Bupati Siak Alfedri.

Setelah penanaman sawit, Airlangga pun membuka ruang diskusi dengan petani. Seorang petani, Abdul Gani langsung mengambil kesempatan itu untuk curhat soal kenaikam harga pupuk.

"Sejak tahun kemarin harga sawit tinggi dan pendapatan petani meningkat. Tapi kendalanya Pak Menteri, harga pupuk di petani sangat tinggi," terang Abdul Gani, Kamis (24/2/2022).

Gani menilai tingginya harga pupuk tidak sebanding dengan kenaikan harga sawit. Dari situlah Gani minta Airlangga untuk membantu petani lewat peraturan yang ada.

"Tingginya harga pupuk itu tak sebanding dengan tingginya harga sawit saat ini. Kita berharap pak menteri bisa mendapatkan ini dengan harga murah.

Senada disampaikan petani lain, yakni P Simanjuntak. Petani di Minas itu minta pemerintah memgontrol harga sawit di sejumlah daerah.

"Kalau tadi Pak Menteri bilang harga sawit sampai Rp 3.600, jujur aja pak kami belum merasakan itu karena sawit kami ini masih dibeli seharga Rp 2.750," katanya.

Mendengar keluhan petani, Airlangga pun merespon. Dia memastikan pemerintah saat ini sedang mempelajari skema pupuk untuk petani.

"Terkait pupuk, pemerintah sedang mempelajari memang pupuk subsidi kita akan perhatikan. Namun, ke depan jumlah tanaman akan dikurangi, sekarang dari 70 menjadi 9. Jenis pupuk dari 5 jenis menjadi 2 jenis dan kalau fokus dan jumlah petani yang perlu mendapat dengan lahan yang relatif kecil," katanya.

Airlangga menilai harga sawit di Indonesia saat ini berkisar antara Rp 2.800-3.600. Jarak tempuh dan lokasi perkebunan juga mempengaruhi harga tandan buah sawit.

"Memang harga keseluruhan itu range-nya itu di berbagai daerah antara Rp 2.800-3.600. Ya baik, nanti dicatat pak gubernur, kepala dinas dan Rp 3.600 ini paling tinggi. Tetapi jarak jauh dan dekat ini juga berpengaruh," katanya.