Politik

Bawaslu Rohil Ikuti Rakernis Penyelesaian Sengketa 

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Bawaslu Rokan Hilir mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Penyelesaian Sengketa serta Simulasi Penerimaan Permohonan dan Registrasi Penyelesaian Sengketa untuk Pemilihan Umum Tahun 2024 Gelombang Pertama di Aula Kantor Bawaslu Riau, Rabu- Kamis, 26 - 27 Januari 2022.

Rakernis tersebut dilaksanakan setelah Pemerintah secara resmi mengetok palu pelaksanaan Pemilu (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif) pada tanggal 14 Februari 2024 dan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) pada tanggal 27 November 2024. Kesepakatan tersebut diambil oleh Pemerintah, Komisi II DPR RI, KPU, Bawaslu dan DKPP, Senin, 24 Januari 2022.

Kegiatan Rakernis ini diikuti oleh Ketua Bawaslu Rokan Hilir Syahyuri, S.HI,  Kordiv Penyelesaian Sengketa Jaka Abdillah, S. Ag,. M.IP,. C.Me dan Staf Divisi Penyelesaian Sengketa Muhammad Zaki, S.Sos.  

Rakernis Penyelesaian Sengketa tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Riau Rusidi Rusdan didampingi Neil Antariksa, Amiruddin Sijaya dan Hasan. 

Ketua Bawaslu Rokan Hilir Syah Yuri,S.Hl Melalui Kordiv penyelesaian sengketa Jaka Abdillah, S,Ah,.M.IP, C.Me mengatakan bahwa Kegiatan Rakernis Penyelesaian Sengketa gelombang pertama hanya diikuti oleh Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar dan Kota Pekanbaru. 

"Rakernis ini dianggap penting mengingat tahapan Pemilu Tahun 2024 sudah di depan mata, berbagai persiapan sebagai wujud peran Bawaslu yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa proses sesuai Perbawaslu Nomor 18 Tahun 2017, Perbawaslu Nomor 18 Tahun 2018, Perbawaslu Nomor 27 Tahun 2018 dan Perbawaslu Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu," Ungkapnya.
 
Lanjut Jaka, Dalam Rakernis ini juga dilanjutkan dengan simulasi penerimaan permohonan proses sengketa yang di ajukan oleh pemohon.

"Dalam rangka persiapan menghadapi Pemilu 2024, Bawaslu Rokan Hilir akan road show ke partai politik yang ada di Rohil mensosialisasikan penyelesaian sengketa, harapan kita nantinya pemilu 2024 lebih berkualitas baik proses maupun  hasilnya dan demokratis," ungkap Jaka Abdillah.