Metropolis

Dapat Pelatihan dan Simulasi Tangani Kebakaran, Tim Satrekar Sungai Salak Diharap Jadi Contoh

INHIL, RIAULINK.COM - Keberadaan Tim Satrekar (Satuan Relawan Kebakaran) Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling diharapkan bisa menjadi contoh bagi yang lain, khususnya dalam persiapan sebagai kelurahan siaga api.

Harapan tersebut disampaikan Anggota DPRD Inhil, Bambang dalam sambutannya saat menghadiri pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran, yang ditaja oleh Dinas Pemadam Kebarakan dan Penyelamatan (DPKP) Inhil bersama Satrekar Kelurahan Sungai Salak, Selasa 25 Januari 2022.

Dikatakan Bambang, dengan terlaksananya kegiatan tersebut Satrekar Kelurahan Sungai Salak akan memperoleh pengalaman, ilmu yang berguna dan pelajaran tentang penggunaan Kendaraan Roda 3 Damkar, yang merupakan salah satu upaya dirinya dalam rangka mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah setempat.

"Semoga Tim Satrekar Kelurahan Sungai Salak bisa menjadi contoh Kelurahan Siaga Api untuk desa dan Kelurahan lainnya," ujar Anggota DPRD Inhil dari Partai NasDem ini.

Seperti diketahui, kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan korban jiwa jika tidak dilakukan upaya yang tepat dalam pencegahannya. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakan kegiatan tersebut.

Kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya masih dirasakan sangat kurang, khususnya untuk warga kabupaten Inhil Sehingga masih seringkali terjadi kejadian kebakaran yang selalu mengakibatkan banyak kerugian.

"Untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang api yang memadai," kata Kepala DPKP Inhil, Eddywan Shasby.

Dijelaskannya, banyak faktor yang bisa mempercepat terjadinya bahaya api atau kebakaran bahkan ledakan, faktor-faktor tersebut kadang-kadang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang, padahal upaya pencegahan kebakaran lebih mudah dan lebih murah dibandingkan upaya penanggulangannya. Karena itulah, dalam pelatihan ini upaya pencegahan kebakaran lebih diutamakan.

Dengan terbentuknya satrekar ini, Eddywan berharap dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran dan bekerja profesional, sehingga bantuan alat yang telah diterima bisa digunakan semaksimal mungkin di pemukiman.