Pendidikan

Disdik Riau Cek Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Ini Hasilnya...

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Kamsol meninjau beberapa Sekolah Negeri di Pekanbaru, di antaranya SMA 1 Pekanbaru, SMK 4 Pekanbaru, SMP 10 Pekanbaru dan SMP 13 Pekanbaru. Hal ini untuk memastikan proses pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Dari hasil peninjauan itu, Kepala Disdik Riau mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah menerapkan prokes. Seluruh peserta didik disiplin memakai masker, menjaga jarak, tersedianya tempat mencuci tangan, termasuk tersedianya pengukur suhu tubuh. Sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Surat Keputusan Bersama 4 Mentri.

“Beberapa sekolah yang kita tinjau, penerapan protokol kesehatan sudah sesuai dengan prosedur dan standar  yang ditetapkan oleh SKB 4 Menteri. Menjaga jarak, jam pelajarannya juga terbatas tidak seperti biasa, di sekolah disediakan alat-alatnya seperti tempat mencuci tangan sabun,” ujar Kamsol, usai meninjau SMA 1 Pekanbaru, Kamis (20/1).

“Selama di sekolah siswa membawa bekal, kantin ditutup, tapi kadang-kadang anak ada keluar sedikit dan ada tim satgas yang terus memantau terhadap PTM ini,” tambahnya.

Kamsol berharap dalam waktu ke depan tidak ada lagi siswa yang belajar di rumah dengan sistem daring. Dengan syarat seluruh siswa belajar mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kita berharap juga dengan sekolah yang serius, anak-anak semua ingin belajar di sekolah. Jadi kalau ingin belajar di sekolah patuhi apa yang ditetapkan oleh pemerintah supaya berjalan lancar. Mudah-mudahan makin lama kita semua bisa belajar bersama, di masa pandemi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 10 Pekanbaru, Wijayanti, mengatakan, sekolahnya selama pelaksanaan PTM menerapkan aturan sesuai SKB 4 Menteri. Siswa yang masuk sekolah Diba give menjadi dua sif dengan batas belajar selama 6 jam.

“Di SMP 10 hanya belajar selama 6 jam pelajaran, masuk jam 7.15 WIB dan pulang jam 11.20 WIB. Siswa belajar dengan menerapkan prokes. Dan siswa sudah 100 persen. Untuk vaksin siswa sudah 80 dan guru sudah 98 persen,” jelas Wijayanti.