Riau

Alternatif Pembelajaran Tematik Untuk Siswa SD Dimasa Pandemi Covid-19

Ilustrasi.net

Pembelajaran pada hakikatnya yaitu suatu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga mampu mendorong peserta didik untuk belajar. Dalam arti lain pembelajaran adalah bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam kegiatan belajar.

Peran guru sangat penting karena peserta didik ada yang mudah memahami dan ada yang sulit memahami, dari kedua hal inilah guru harus mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan setiap peserta didik. 

Oleh karena itu, jika hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat pembelajaran adalah “pengaturan”. Setiap siswa juga memiliki karakter serta kelebihannya masing-masing.

Setiap orang sudah pasti berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti yang kita ketahui masa-masa anak-anak di umur 6 - 12 tahun wajib mendapatkan pendidikan sekolah dasar. 

Pendidikan sangat men-support kehidupan pribadi seseorang. Sekolah Dasar membuat anak-anak mendapatkan kehidupan yang lebih terarah.

Di Negara Indonesia terutama sejak datangnya isu Covid-19 di pertengahan Maret 2020 lalu. Menjadi tamparan keras bagi sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan di Indonesia khususnya Sekolah Dasar yang harus nya tetap diberikan kepada anak. Sebab basic seperti membaca, berhitung itu amatlah penting, kami juga memandang sebaiknya sekolah offline tetap di lakukan. 

Tetapi kita akan memilih sesi/ jadwal masing - masing. Seperti contohnya kelas 1 dan kelas 2 di sekolahkan 2 jam pada pagi hari. Sistem pendidikan Indonesia harus lebih maju dengan cara memperhatikan bagaimana orang-orang di luar sana (Luar Negeri) memberikan pendidikan nya di masa pandemi.

Pembelajaran sistem sift ini lebih bagus atau lebih efektif di banding home schooling (pembelajaran dirumah). Dengan memperlakukan sistem pembelajaran sift, anak-anak akan memiliki pengalaman yang lebih baik, bertemu dengan teman sepergaulan, mendapatkan pengajaran yang baik, terutama dari guru yang baik pula.
Dalam metode yang satu ini siswa akan di ajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. 

Model pembelajaran luring ini disarankan oleh kemendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pandemi ini. Metode ini dirancang untuk menyiasati penyampaian kurikulum agar tidak berbelit saat disampaikan  kepada siswa.

Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana prasarana mendukung untuk sistem daring, apalagi untuk daerah yang cukup bisa dibilang terpelosok.

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menekankan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. 

Pembelajaran ini melibatkan beberapa kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator dari suatu mata pelajaran atau bahkan beberapa mata pelajaran.

Pembelajaran tematik memiliki tujuan agar materi yang disampaikan bisa diperoleh dengan efektif sesuai konteks dan koheren. 

Pembelajaran tematik berusaha agar keterampilan kognitif bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan eksplorasi kreatif.

Dalam melaksanakan pembelajaran tematik di sekolah dasar pada masa pandemi guru bisa menggunakan strategi. Pertama guru menyusun RPP pembelajaran tematik, guru mengikuti pelatihan dari pemerintah dan guru hanya merubah sesuai dengan kebutuhan peserta didik, guru merencanakan komponen pembelajaran tematik.

Kedua guru melaksanakan metode pembelajaran tematik, guru menentukan dan melaksanakan materi pembelajaran tematik.
Ketiga guru menentukan metode evaluasi pembelajaran, guru mengadministrasikan melaporkan evaluasi pembelajaran tematik dengan menggunakan buku harian, buku tugas buku remedial, buku pengayaan, dan perbaikan.

Pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang dikemas dalam bentuk tema berdasarkan beberapa muatan mata pelajaran yang dipadukan. Tema merupakan wadah untuk mengenalkan berbagai konsep materi kepada peserta didik secara menyeluruh.
 
Ruang lingkup pembelajaran tematik meliputi seluruh mata pelajaran pada sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PPKn, SBK, dan Pendidikan Jasmani. Dalam mengajar cara yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran jarak jauh adalah dengan lebih banyak mengutamakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan lebih melibatkan peran siswa ketimbang terlalu bertumpu pada guru.

Sementara dalam penggunaan teknologi pendukung, guru dituntut lebih banyak mencari referensi tambahan dengan teknologi yang tersedia untuk menciptakan materi yang lebih menarik. Sedangkan yang berkaitan dengan sikap terhadap siswa karena ada jarak yang memisahkan guru dan siswa, guru perlu mengembangkan sikap yang lebih modern dan dewasa dengan mengutamakan pengertian dan sikap respek ketimbang bergaya otoriter layaknya guru di masa lalu.

Namun di balik pembelajaran jarak jauh ini (PJJ) terdapat juga kesulitan yang dimiliki oleh siswa-siswi yang tidak memiliki fasilitas dalam mendukung sistem daring ini yang dimana dalam pembelajaran ini menggunakan tekonologi seperti Handphone Android yang tidak semua orang memilikinya. Untuk itu penulis memiliki alternatif cara pembelajaran tematik untuk siswa SD pada masa pandemi.

Penulis: M. Aldi Gunawan Binto

(Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau)

Dosen Pengampu: Febriana Dafit S.Pd, M.Pd.