Nasional

Bikin Kartu Keluarga Bayar Rp1,7 Juta, Menantu Jokowi Pecat Kepling di Medan

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menyidak Kepling yang melakukan pungli pengurusan kartu keluarga senilai Rp1,7 juta. Foto: Dok. Istimewa

RIAULINK.COM - Wali Kota Medan  Bobby Nasution mencopot Kepala Lingkungan (Kepling) VIII, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Selasa (11/1) malam.

Musababnya, kepling bernama Sulistyo itu, melakukan pungutan liar (pungli), pembuatan kartu keluarga (KK) sebesar Rp 1,7 juta.

Kata Bobby, kasus ini terungkap setelah warga bernama Ian, mengadu kepadanya melalui direct message (DM) Instagram pribadi Bobby.

Dia mengaku diminta Rp 1,7 juta oleh Sulistyo. Dalihnya data Ian tidak tercantum di Disdukcapil Kota Medan.

Bobby lalu melakukan sidak ke kantor Lurah Pulo Brayan. Di sana dia memanggil Sulistyo, lurah dan camat. Bobby lalu menegur, sekaligus mencopot Kepling tersebut.

"Saya lihat langsung [DM], sekarang warga sudah mudah kalau mau melapor, jangan ada Pungli lagi. Selalu saya sampaikan ini, masih ada juga yang Pungli. Rp1,7 itu besar loh, kasian masyarakat," ujar Bobby saat sidak.

Tak hanya menegur, Bobby juga mengultimatum Kepling tersebut untuk mengembalikan uang yang diminta kepada masyarakat yang merasa dirugikan.

"Tolong besok dikawal ini Pak Lurah. Kalau tak dibayar ini korbannya dampingi lapor polisi, pak Kepling ini sudah melanggar hukum," kata Bobby.

Menantu Presiden Jokowi ini juga menegaskan bahwa pengurusan KK tidak dipungut biaya. Dia berkomitmen tidak akan mentolerir segala bentuk pungli terhadap pelayanan masyarakat.

"Urus surat tak ada biaya sama sekali itulah pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Harus copot itu (kepling) karena sudah saya sampaikan berkali-kali jangan ada pungli dan korupsi, ini dilanggar lagi," tutup Bobby.