Riau

Ini Kesulitan Belajar dan Pembelajaran yang Dihadapi Siswa Sekolah Dasar 

INHIL, RIAULINK.COM - Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Guru dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa dengan berbagai variasi. 

Ada siswa yang dapat menerima kegiatan belajarnya secara lancar dan tepat tanpa mengalami kesulitan. 

Namun disisi lain tidak sedikit pula dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan siswa ditunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. 

Kesulitan belajar dapat pula disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosiologis.

Dengan adanya kesulitan belajar ini tentunya berdampak pada suatu keadaan dimana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, sehingga semua itu menyebabkan siswa yang memiliki prestasi belajar berada di bawah rata-rata. 

Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan, lambat dalam mengerjakan tugas belajar.

Pada kondisi saat ini, dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang akrab disebut Covid-19, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, terutama yang dihadapi oleh anak sekolah. 

Dengan kondisi saat ini siswa menggunakan metode pembelajaran jarak jauh tentunya membuat para siswa perlu waktu untuk beradaptasi atau membiasakan diri agar mereka mampu menghadapi perubahan baru yang secara tidak langsung akan mempengaruhi daya serap belajar dan pola fikir mereka. 

Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang saat ini dituntut untuk belajar mandiri, belajar secara daring.

Dalam penerapan belajar online ini, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar, yang dipicu oleh beberapa faktor yaitu : 

pertama, siswa yang belum memiliki gadget, siswa yang belum mengetahui banyak tentang penggunaan teknologi, kasus ini banyak terjadi pada siswa tingkat TK dan SD. 

Selain itu, masalah utama yang dialami siswa adalah jaringan yang tidak memadai. Hal ini merupakan tantangan besar bagi siswa dan terkecuali bagi orang tua karena orang tualah yang dituntut untuk mendampingi siswa dalam proses belajar online tersebut, realita yang ada juga tidaka sedikit orang tua yang tidak paham mengenai penggunaan teknologi, jelas hai ini akan menghambat keaktifan siswa atau anak dalam proses belajar daring ini.

Kedua, kurangnya interaksi fisik antara guru dan siswa karena dalam pembelajaran online siswa hanya diberikan tugas melalui via whatsapp. Kebanyakan siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas dikarenakan tidak ada penjelasan-penjelasan awal dari guru tentang tugas yang dibebankan tersebut. 

Ketiga, tugas yang diberikan guru banyak, sementara waktu yang diberikan sangat singkat. Keempat, akibat kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa, otomatis berkuranglah internalisasi nilai-nilai karakter yang semestinya harus ditanamkan seorang guru kedalam diri siswa. Namun hal ini tidak boleh mematahkan semangat guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, tidak boleh mematahkan semangat siswa dalam belajar, pandemi covid ini tidak boleh mematahkan semangat dan harapan kita semua. 

Namun dibalik hambatan-hambatan tersebut pada pandemi covid-19 ini membawa suatu perubahan positif yaitu, anak memiliki banyak waktu di rumah bersama keluarga, dengan metode belajar yang variatif ketimbang anak hanya berada di dalam kelas, kini mereka lebih fleksibel belajar dari rumah, anak peka dan beradaptasi dengan perubahan, mau atau tidak anak pasti harus mengeksplorasi teknologi, dan selanjutnya sebagian anak merasa nyaman belajar dari rumah karena tidak ada yang merisak.

Penulis: Hotlina Andriani Saragih, Muhammad Nur Khodri, Riki Apriadi

(Jurusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Islam Riau)