Peristiwa

Helikopter Jatuh, 13 Orang Tewas Termasuk Kepala Militer India

Kepala Militer India, Bipin Rawat, dan 11 orang lainnya tewas usai helikopter yang mereka tumpangi jatuh, Rabu (8/12). (AFP)

RIAULINK.COM - Kepala Militer India, Bipin Rawat, dan 12 orang lainnya tewas karena helikopter yang mereka tumpangi jatuh di dekat kawasan Tamil Nadu, Rabu (8/12).

"Dengan kesedihan mendalam, dipastikan bahwa Jenderal Bipin Rawat, Ibu Madhulika Rawat [istrinya], dan 11 orang lainnya tewas akibat insiden ini," demikian pernyataan Angkatan Udara India melalui Twitter.

AU India menjelaskan bahwa helikopter itu mengalami kecelakaan di dekat Coonoor, Tamil Nadu. Secara keseluruhan, helikopter itu mengangkut 14 orang.

Mereka lepas landas dari pangkalan udara di Coimbatore untuk menuju Defence Services Staff College (DSSC). Di sana, Rawat seharusnya memberikan pidato di hadapan siswa dan staf.

Helikopter itu sebenarnya sudah hampir mencapai tujuan. Namun, helikopter tersebut jatuh sekitar 10 kilometer dari ruas jalan terdekat menuju lokasi mendarat.

Satu penumpang lainnya yang merupakan staf DSSC, Varun Singh, selamat dalam kondisi terluka. Saat ini, Singh dirawat di Rumah Sakit Militer di Wellington.

Akibat kecelakaan ini, India kehilangan Rawat yang merupakan kepala militer pertama di negara itu. Jabatan tersebut memang baru dibuat oleh pemerintah India pada 2019 lalu.

Rawat sendiri merupakan orang yang dikenal dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Ia memang lahir dari keluarga militer.

Ia bergabung menjadi tentara India pada 1978. Rawat terus mengabdi hingga empat dekade kemudian. Selama itu, ia sudah memegang berbagai jabatan, mulai dari komandan di Kashmir hingga pemimpin pasukan di perbatasan China.