Internasional

Dubes Palestina Minta Dunia 'Buka Mata' atas Agresi Israel

Dubes Palestina untuk RI Zuhair Al-Shun bicara soal agresi Israel. (CNN Indonesia/Artho Viando)

RIAULINK.COM - Duta besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, mengatakan bahwa Palestina membutuhkan dukungan lebih dari komunitas internasional. Tak hanya itu, ia juga mengundang komunitas internasional untuk datang ke negaranya, melihat secara langsung agresi Israel di wilayah mereka.

"Kami meminta masyarakat internasional untuk lebih berusaha dan datang ke daerah itu (Palestina), ke timur tengah, ke tanah kami, untuk melihat aktivitas Israel di sana," ucap Al-Shun dalam peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, Senin (29/11).

Tak hanya itu, Al-Shun juga meminta pertanggungjawaban dunia internasional untuk mengakhiri agresi yang dilakukan Israel di tanah Palestina.

Al-Shun mengatakan, perdamaian dan stabilitas di kawasan tak akan bisa dicapai jika Israel masih berperilaku agresif. Ia berpendapat tindakan Israel terhadap Palestina melanggar hukum internasional, norma kemanusiaan, dan aturan perdamaian internasional.

Al-Shun juga menentang dibukanya kembali hubungan internasional dengan Israel. Ia menilai tindakan lebih untuk Israel perlu diterapkan dalam berbagai level, mulai dari politik, ekonomi, sampai isolasi.

"Tidak membuka pintu untuk mereka, tidak membuka jendela untuk mereka, sangat penting untuk membuat mereka tetap terisolasi. Kecuali mereka dapat menerima tuntutan, resolusi, dan komunitas internasional," tambah Alshun.

Selain itu, Al-Shun juga menceritakan bahwa Israel tidak mendukung perdamaian dengan Palestina. Ia menilai Israel tidak siap untuk menyelesaikan masalah wilayah yang terjadi antara dua negara.

"Kami menerima mereka di tanah bersejarah kami, dan mereka menolak Palestina untuk mendapatkan penentuan nasib sendiri dan ibu kota mereka, Yerusalem. Ini adalah masalah utama," kata Al-Shun lagi.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina terus mandek, salah satunya karena pemukiman Israel di Tepi Barat. Komunitas internasional menganggap permukiman itu ilegal, tapi Israel membantah tudingan tersebut.

Israel juga sempat dikabarkan menggusur kuburan muslim yang ada di Yerusalem, membuka kembali makam tentara Yordania yang terbunuh dalam perang 1967.

Rencananya, otoritas Israel di Yerusalem akan meratakan Makam Al-Yusufiyah untuk membuat 'Jejak Alkitab,' yang kabarnya akan menjadi salah satu taman nasional di kota itu.