Metropolis

Jembatan di Reteh Rusak, Begini Kata Anggota DPRD Inhil

INHIL, RIAULINK.COM - Kondisi jembatan kayu di Parit 16, Desa Pulau Kecil, Reteh, Kabupaten Inhil, sangat memprihatinkan. Jembatan darurat ini kerap terendam air saat kondisi pasang.

Anggota Komisi III DPRD Inhil, Edy Sindrang mengatakan, kondisi jembatan itu memang sudah lama memprihatinkan.

"Jembatan itu sudah lama rusak. Selama ini APBD kita kecil, sedangkan perbaikan itu butuh anggaran besar," kata Edy.

Edy juga meminta DPRD Riau dan DPR RI agar ikut memperhatikan rakyat di sana. Sebab, anggaran Pemkab Inhil dinilai tak mencukupi untuk membuat jembatan baru di lokasi.

"Jika pembangunan dilakukan bersama-sama. Marilah kita bersama-sama membangun Indragiri Hilir," tegasnya.

Meski demikian, Edy meminta agar Bupati Indragiri Hilir HM Wardan agar memprioritaskan pembangunan jembatan di Reteh itu. Bahkan, di desa lain juga membutuhkan perhatian.

"Ada banyak jembatan rusak di daerah tersebut dan tak sesuai standar. Banyak laporan warga ke saya. Walaupun seperti itu ya pemerintah juga harus punya perhatian. Kalau kita lihat, jembatan itu belum standar," ucapnya.

Edy mengaku sudah mengusulkan pembangunan jembatan sebagai infrastruktur ke Pemkab Inhil. Namun, usulan itu tak bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran.

"Sudah kami minta Pemkab prioritaskan ini. Tapi sekarang tidak bisa diperbaiki karena APBD sudah berjalan. Kemarin ada pembahasan APBD Perubahan, tapi tidak bisa kita masukkan karena singkat. Insyallah diprioritaskan pada 2022," jelas Edy.

Mobil Pengangkut Ayam Terguling ke Sungai

Kepala Desa Pulau Kecil, Muhammad Pawit menuturkan, sebuah mobil pikap pengangkut ayam potong terperosok hingga jatuh saat melintasi jembatan penghubung di Desa Pulau Kecil itu. 

Pawit mengatakan, peristiwa mobil pikap terjadi, Sabtu (23/10). Saat itu, air sungai di bawah jembatan sedang pasang atau naik. Mobil itu terlihat terburu-buru meski kondisi jembatan tidak layak. Tiba-tiba, mobil terperosok lalu terguling ke bawah jembatan.

"Iya kemarin ada mobil pengangkut ayam terperosok ke sungai saat melintasi jembatan tersebut. Sekitar ribuan ayam yang diangkut mobil itu mati," ujar Kepala Desa Pulau Kecil, Muhammad Pawit Selasa (26/10).

"Sopirnya terburu-buru dan tidak lihat lantai sebelah kiri, lalu masuk ke bawah jembatan. Mobil sama ayamnya masuk sungai. Dari ribuan ekor, cuma 2 yang hidup," kata dia.

Pemilik ternak ayam potong mengalami kerugian hingga Rp 60 juta. Mobil pengangkut ayam kemudian dievakuasi setelah air surut. Beruntung sopir mobil itu berhasil selamat saat kejadian.

"Mobilnya sudah dievakuasi saat air surut. Kita ingatkan warga untuk hati-hati dan bersabar kalau mau lewat. Ini bukan kejadian pertama," kata Pawit. (Mc)