Hukrim

BNN Riau Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Robinson Siregar secara terbuka menyatakan arah kebijakan, yaitu perang terhadap narkotika. Hal tersebut ia katakan tegas, saat membuka Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) Tahun 2021.

"Seperti tagline kita yaitu war on drugs untuk mewujudkan Indonesia bersinar atau bersih narkoba," tegas Robinson, ketika mebuka Rakor di Hotel Prime Park Pekanbaru, Kamis (14/10/2021). 

Dijelaskannya Rakor Pengembangan dan Pembinaan KOTAN merupakan suatu kebijakan Badan Narkotika Nasional (BNN). Untuk mendorong arah berbagai sektor pembangunan di wilayah kabupaten/kota. Berorientasi pada upaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan semitigasi ancaman narkoba. 

Rakor dibuka langsung oleh Kepala BNN Provinsi Riau itu menghadirkan peserta dari 12 kabupaten/kota se Riau dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. 

Robinson Siregar mengatakan, digelarnya Rakor kali ini merupakan komitmen bersama dalam upaya pelaksanaan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

"Ini demi menciptakan Indonesia khususnya Riau untuk menuju Riau bersinar atau bersih narkotika," jelasnya. 

Robinson menyebutkan, bahwa berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi di Indonesia tahun 2019. Diketahui bahwa angka prevalensi secara nasional mencapai 1,8 persen atau 3,4 juta penduduk Indonesia. 

Jumlah ini berada pada rentang usia produktif antara 15-64 tahun. Sementara, kerugian terbesar dalam penyalahgunaan narkoba, kata Robinson adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan lemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa. 

Sementara, Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting menyebutkan bahwa Provinsi Riau terdiri dari daratan dan kepulauan. Hal tersebut pula dapat memicu banyaknya peredaran narkotika masuk dan beredar di Riau khususnya di daerah perbatasan. 

"Ini merupakan tugas dan tanggungjawab bersama dalam menangani peredaran narkoba. Supaya masa depan pemuda pemudi Riau dapat lebih cemerlang, gemilang dan terbilang," ujarnya. 

Ia berharap Rakornas yang diselenggarakan BNN Provinsi Riau dapat terlaksanakan dan tidak hanya dilakukan secara seremonial saja. Namun, perlu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.