Pendidikan

Sekolah Tatap Muka Dimulai, Warga Lapor ke DPRD Riau Tak Sanggup Bayar Pungutan Seragam

PEKANBARU, RIAULINK.COM - Menyusul penerimaan peserta didik baru (PPDB), yang baru selesai, dan sekolah tatap muka yang sudah dimulai, beberapa wali murid mengeluh ke DPRD Riau karena ada sekolah yang mewajibkan pembayaran uang seragam.

Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho mengatakan, bahwa memang kebijakan itu memunculkan polemik. Apalagi bagi mereka yang tidak mampu membayar, terlebih di kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai.

Agung kepada Cakaplah.com , Sabtu (2/10/2021) mengatakan, belum lama ini, ada wali murid mendatangi dirinya ke Gedung DPRD Riau. Para wali murid mengatakan tidak sanggup membayar uang seragam sebesar Rp1,5 juta. Padahal, untuk menghemat biaya, wali murid tersebut sudah berencana untuk meminjam seragam sekolah tetangga yang sudah tidak terpakai.

"Seharusnya sekolah mengerti dengan situasi ekonomi masyarakat saat ini dengan tidak membebankan iuan-iuran seperti itu. Saya tegaskan tidak ada sekolah yang boleh mewajibkan atau bahkan sampai memaksa wali murid untuk membeli, (membayar) uang seragam. Tidak boleh. Kalau masih bisa pakai seragam kakaknya, atau bahkan tetangga, persilahkan saja," kata Agung

Politisi Demokrat itu juga memastikan akan memanggil pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau guna membahas persoalan tersebut.

Jika terjadi lagi hal serupa, ia mengimbau kepada wali murid untuk memberikan aduan kepada DPRD Riau, khususnya Komisi V yang membidangi pendidikan. Termasuk juga bila ada sekolah yang mewajibkan LKS) dan uang komite. Apalagi kalau nanti sekolah sampai menahan ijazah siswa yang sudah lulus.