Riau

Transformasi Pariwisata di Era Digital

RIUALINK.COM - Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker adalah Menteri Kemenparekraf yaitu, Sandiaga Salahuddin Uno,yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang TRANSFORMASI PARIWISATA DI ERA DIGITAL oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang musisiyang akan ikut berpartisipasi.

Dalam era serba digital saat ini mengambil peran sebagai perubahan pariwisata dalam bidang teknologi, ekonomi, dan lingkungan. Menurut Lenny Yusrini, sebagai Dosen Akademi Pariwisata Indonesia Jakarta, menjelaskan dalam industry pariwisata di era digital saat ini melibatkan orang, bisnis, dan teknologi. Industri pariwisata dapat diartikan sebagai kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.

Sebagai tourism industri memiliki sebuah manfaat di antaranya biaya lebih rendah, kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, measurable, high consumer engagement, dan immediate communication. Untuk menemukan kesuksesan pariwisata di era digital dengan membuat konten secara emosional beresonansi dengan wisatawan, seperti kampanye pemasaran berbasis cerita yang baik membangkitkan perasaan, yang mengarah pada peningkatan minat, loyalitas merek, dan transaksi.

Lantas, dari mana idenya? Ide tersebut muncul dari memanfaatkan nilai jual unik dari destinasi sebagai titik awal cerita, mengevaluasi tren terbaru dalam pariwisata, berbicara dengan bisnis lokal, pengusaha, dan kreatif, riset konsumen, serta melihat tujuan serupa apa yang diproduksi.

Pembangunan pariwisata menjadi pola pengembangan dan pemanfaatan tradisi budaya, kearifan lokal dan potensi sumber daya yang dimiliki untuk menunjang destinasi wisata yang dikelola dalam satu kesatuan usaha yang terpadu dan memadai dengan tetap menjaga keluhuran dan kelestariannya demi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ada peluang penerapan digital desa seperti munculnya usaha ekonomi kreatif, terbukanya peluang pemasaran potensi desa, ekselerasi pembangunan desa lebih cepat, dan peningkatan ekonomi masyarakat.