Kesehatan

Turun Status, Ini Pedoman Warga Dumai Selama PPKM Level 2

Keterangan foto : Wali Kota Dumai, Paisal saat meninjau sekaligus menyidak tempat pelaku usaha di tengah berada pelaksanaan PPKM.(dk)

DUMAI, RIAULINK.COM - Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Dumai menurun menjadi level dua sejak Selasa, 21 September 2021. Kemudian PPKM ini akan berlaku hingga 4 Oktober 2021 mendatang.

Penetapan status ini sesuai instruksi Mendagri nomor 44 tahun 2021 tentang PPKM level tiga, dua dan satu  dalam rangka mengoptimalkan posko penanganan Covid-19.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Dumai, Paisal, Rabu (22/9/2021). Mengacu pada instruksi Mendagri itu, seiring itu pula Pemko Dumai juga mengeluarkan surat edaran nomor 9 tahun 2021 tentang pedoman PPKM level dua bagi sektor pendidikan, pelaku usaha dan kegiatan kemasyarakatan yang diberlakukan selama dua pekan ke depan.

"Sesuai instruksi Mendagri itu, juga dilakukan beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat selama PPKM level dua dilaksanakan,"ujarnya.

Dia menjelaskan dari sektor pendidikan. Untuk daerah yang wilayahnya zona hijau dan kuning melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dengan penerapan  protokol kesehatan lebih ketat.

Untuk wilayah zona oranye, pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi.

Pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan  kapasitas maksimal 50 persen kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen. 

"Untuk PAUD, dia menerangkan maksimal 33 persen peserta didik atau sebanyak lima pelajar dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Sedangkan untuk wilayah zona merah, kegiatan  belajar mengajar dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh,"papar dia menerangkan.

Di sektor perdagangan dan pasar diizinkan buka dengan prokes ketat dengan jam operasional maksimal sampai pukul 23.00 WIB. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam. 

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat  perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen untuk zona hijau dan 25 persen untuk zona kuning, oranye dan  merah dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 21.00  WIB.

"Tentunya dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau  penerapan protokol kesehatan,"pesan dia tegas.

Gelanggang permainan atau permainan ketangkasan, karaoke, permainan anak, warnet, panti  pijat,  refleksi dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan diizinkan  beroperasi 50 persen untuk di zona  hijau, 25 persen untuk di zona  kuning, oranye dan merah dengan  protokol kesehatan yang  ketat  hingga  pukul 23.00  WIB.

Pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan dapat melakukan kegiatan sesuai  protokol kesehatan yang ketat. 

"Pelaksanaan kegiatan pada area publik diizinkan dengan batasan sesuai zona, dan menerapkan prokes ketat,"ungkapnya.

Resepsi pernikahan di zona hijau diizinkan paling banyak 50 persen dari kapasitas dengan penerapan  protokol kesehatan yang ketat dan tidak ada  hidangan  makanan di tempat, selain zona hijau hanya 25 persen.

Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar, pertemuan tatap muka dan kegiatan sejenisnya dapat dilaksanakan 50 persen di zona hijau dan 25 persen di zona oranye dengan prokes ketat.

Kegiatan olahraga atau pertandingan olahraga diperbolehkan tanpa penonton atau suporter dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Wako berharap, meskipun sudah turun ke level dua masyarakat tidak boleh lengah dalam menajalankan protokol kesehatan.

"Bersama-sama menjaga dan saling mengingatkan disiplin protokol kesehatan dengan tetap memakai masker dengan benar dan konsisten serta selalu menjaga jarak juga  menghindari kerumunan saat melaksanakan kegiatan di luar rumah," pungkasnya.