Riau

Literasi Digital Inhil: Hak Cipta dan Etika

RIAULINK.COM - Perlu diketahui bahwa perlindungan hak cipta khususnya pada konten digital merupakan salah satu hal yang diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Riau tepatnya Kabupaten Indragiri Hilir.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain DIGITAL SKILL POSITIF KREATIF DAN AMAN DI INTERNET, DIGITAL SAFETY PERLINDUNGAN HAK CIPTA DI RANAH DIGITAL, DIGITAL CULTURE LITERASI DIGITAL BAGI TENAGA PENDIDIK DAN ANAK DIDIK DI ERA DIGITAL, serta DIGITAL ETHIC BEBAS NAMUN TERBATAS BEREKSPRESI DI MEDIA SOSIAL. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Riau yaitu, Drs. H. Syamsuar, M.Si yang memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang KONTEN DIGITAL: HAK CIPTA DAN ETIKA oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpatisipasi.

Pembahasan tentang konten digital perlu adanya karya yang lahir dari kemampuan olah pikir manusia, berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Sehingga menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk kepentingan manusia dan memiliki manfaat ekonomi. Hal itu dibarengi dengan hak cipta yang merupakan suatu hak yang timbul secara otomatis , atas suatu ciptaan berupa karya di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan yang di wujudkan dalam bentuk nyata.

Di era digital yang berbasi media sosial banyak sekali orang yang mengambil atau mencuri karya orang lain dimana seolah-olah itu menjadi karya nya sendiri. Untuk menangani hal tersebut perlu adanya tindakan berupa mendaftarkan hak cipta kita ke e-hakcipta.dgip.go.id dan daftarkan sesuaikan katagori karya. Bahkan secara prinsip deklaratif suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan adanya sebuah peraturan perundang-undangan. Maka dari itu kita perlu melindungi hasil ciptaan karya kita sendiri agar tidak diakui oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Selain pembahasan di atas, kita juga perlu adanya tindakan jika ada pihak lain menggunakan karya kita tanpa izin. Dengan cara memberi teguran, melapor ke pihak berwajib, dan mengajukan permohonan penutupan hak akses konten. Meski begitu, kita juga perlu melindungi hak cipta di ranah digital ini dengan cara mengumpulkan semua data yang kita ciptakan, mendokumentasikan seluruh karya cipta, mengajukan permohonan pencatatan ciptaan secara elektronik, dan rajin posting di media sosial. Penting sekali untuk kita memahami tentang hak cipta karya orang lain sehingga dalam bermedia sosial kita memiliki etika yang baik dan tidak merugikan orang lain terutama para pemilik karya.