Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Dumai Kembali Digelar

Keterangan foto : Wali Kota Dumai, Paisal

DUMAI, RIAULINK.COM - Menteri Dalam Negeri mengeluarkan instruksi nomor 37 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga, dua dan satu serta mengoptimalkan posko penanganan Corona Virus.

Mengacu pada Imendagri tersebut, Wali Kota Dumai Paisal mengeluarkan surat edaran nomor 7 tahun 2021 tentang PPKM level tiga di sektor pendidikan, pelaku usaha dan kegiatan kemasyarakatan di Kota Dumai, tertanggal 24 Agustus 2021 sampai 6 September 2021 mendatang.

Berdasarkan Imendagri tersebut, selain status PPKM Kota Dumai turun level empat ke level tiga, semua kegiatan di sejumlah sektor mulai dari satuan pendidikan, pasar tradisional, perdagangan, jasa hiburan, pelaksanaan seni, budaya dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lalu kegiatan pada area publik, kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan kemasyarakatan, kegiatan rapat, seminar, kegiatan olahraga pertandingan olahraga termasuk kegiatan lainnya dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Dimulai dari satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen.

"Sementara PAUD 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter di dalam kelas,"ungkap Wali Kota Dumai.

Untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar buah, bengkel, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer, dan mengatur jarak dengan jam operasional maksimal sampai pukul 23.00 WIB.

Supermarket dan Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional maksimal sampai pukul 23.00 WIB dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

"Apotik dan toko obat dapat buka selama 24 jam,"paparnya.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan mall atau pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen dari Pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau penerapan protokol kesehatan.

Sektor kegiatan makan/minum. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka sampai maksimal pukul 23.00 WIB dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, hand sanitizer dan menjaga jarak.

"Rumah makan dan kafe dengan skala kecil, sedang dan besar dapat melayani makan di tempat (dine in) dengan kapasitas 50 persen atau 2 orang per meja dan diutamakan makanan/minuman untuk dibawa pulang delivery/take away/dibungkus dengan penerapan protokol kesehatan ketat,"papar dia.

Untuk sektor jasa hiburan, wisata dan area publik, kegiatan usaha tempat hiburan berupa gelanggang permainan atau permainan ketangkasan, karaoke, permainan anak, warnet, panti pijat refleksi dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan kapasitas 50 persen, jam operasional hingga pukul 23.00 WIB.

Bagi pengunjung dan pelaku usaha diutamakan memiliki sertifikat vaksin minimal dosis pertama. 

Pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan dapat melakukan kegiatan sesuai protokol kesehatan yang ketat dengan kapasitas 50 persen sampai dan batas waktu pukul 23.00 WIB.

Pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum, atau area publik lainnya) diizinkan beroperasi 50 persen dengan protokol kesehatan yang ketat hingga pukul 23.00 WIB.

Untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan kemasyarakatan lainnya diizinkan dilaksanakan 50 persen dari kapasitas ruangan dan tidak ada hidangan di tempat, nasi kotak dibawa pulang serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar, pertemuan tatap muka dan kegiatan sejenisnya dapat dilaksanakan 50 persen dari kapasitas ruangan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan olahraga pertandingan olahraga diperbolehkan tanpa penonton atau suporter dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan-kegiatan lainnya yang belum diatur dalam edaran ini mengacu kepada Inmendagri nomor 37 tahun 2021.

"Kita mengajak masyarakat untuk terus melaksanakan Prokes Covid-19, menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Prokes jangan sampai kendor untuk mencegah penularan Covid-19,"tutup dia.(kll)