Peristiwa

Begini Cerita Pasien Covid Jalani Isolasi di Hotel

Keterangan foto : Syafrizal

DUMAI, RIAULINK.COM - Salah satu fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Dumai untuk menangani pasien Covid-19 adalah dengan menyediakan ruang isolasi di hotel. 

Hotel yang dijadikan fasilitas isolasi bagi pasien adalah Hotel Super Star yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota.

Tak ayal silih berganti pasien Corona yang dinyatakan positif pun diinapkan di hotel yang berdiri sejak 2016 lalu.

Pengalaman menjalani isolasi di hotel tersebut pun diceritakan Syafrizal, warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Buluh Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.

Ayah tiga orang anak ini merupakan satu dari pasien orang tanpa gejala (OTG). Pria 40 tahun ini mengaku mepski sarana yang disediakan pemerintah begitu nyaman, namun dia tetap menyarankan agar masyarakat Dumai lainnya selalu menjaga pola hidup sehat.

Echap begitu sapaan akrabnya, mengimbau agar warga tidak mengabaikan anjuran pemerintah dengan tetap tertib menerapkan protokol kesehatan 3 M, memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, dan tetap menjaga jarak.

Bagi dia senyamannya tinggal di hotel karena isolasi tetap saja rumah sendiri yang paling enak dan tenang.

Kepada riaulink.com, ia menceritakan awal dirinya dinyatakan positif oleh petugas nakes, kala itu istrinya dan anaknya yang lebih dahulu dinyatakan positif, usai seminggu lebaran Idul Fitri 1442 H lalu.

Ia juga merasa heran, entah dari mana virus itu bisa menempel di tubuh anak dan istrinya. 

"Setelah beberapa hari lebaran, memang kedua anak dan istri saya flu dan demam, setelah dibawa ke RSUD, dan dicek hasilnya positif. Kala itu saya dan kedua anak saya yang lain masih negatif,"ungkapnya.

"Kemudian anak dan istri dirawat di RSUD. Bahkan saya yang memenuhi keperluan untuk keluarga saya termasuk segala kebutuhan agar keluarga saya cepat diberi kesembuhan termasuk yang menguatkan mereka agar mereka tidak kepikiran,"papar Echap lagi.

Lanjutnya, setelah menjalani perawatan selama dua minggu, istri dan anaknya pulang ke rumah, ternyata kondisi dirinya sempat drop, lalu  dirinya pun dirapid, ternyata hasilnya reaktif.

"Oleh petugas Satgas Covid-19 disuruh isoman (isolasi mandiri), keesokannya saya menjalani swab, selang tiga hari hasilnya keluar, dan saya positif, petugas dari Puskesmas Dumai Timur membawa saya untuk menjalani isolasi di hotel,"sebut dia lagi.

“Sempat ditanya ada gejala atau nggak, karena tidak ada gejala sama sekali, jadi dibawa ke hotel,”kata pemuda yang kerap tersenyum ini.

Dia menambahkan, Isolasi di hotel yang disediakan Pemko Dumai memang cukup nyaman. "Setiap kamar hanya diisi satu orang, hanya saja seperti terkurung, tidak boleh kemana-kemana, cukup hanya sampai pintu kamar saja,"tutur dia mengenang.

Selama di hotel, yang biasanya, petugas hotel yang melayani para tamu yang menginap, berbeda dengan orang yang menjalani Isolasi. 

"Pihak hotel memang tertib menerapkan protokol kesehatan. Jadi petugas hotel hanya mengantarkan makanan sampai ke depan pintu kamar begitu juga jika ada keluarga yang menitipkan keperluan kita selama diisolasi, termasuk sampah yang akan kita buang, cukup diletakkan  di depan pintu,"terang dia.

Dikatakan dia, selama isolasi dirinya mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh petugas nakes serta berbagai macam vitamin untuk meningkatkan imunitas. 

"Meskipun kesepian, namun aktivitas yang harus dijalani di antaranya mulai dari perbanyak istirahat, berjemur di bagian balkon, makan yang teratur plus konsumsi obat dan vitamin. Tak itu saja, dengan cara ini jugalah saya terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, jadi banyak hikmahnya. Yang pasti lebih menghargai hidup dan bersyukur,"timpalnya menambahkan.

Ia juga menanggapi stigma negatif dari masyarakat, yang menegaskan  bahwa pasien positif Covid-19 tidak perlu diasingkan atau bahkan dikucilkan. 

Masyarakat hanya perlu menjaga jarak dan memakai masker saat bertemu atau keluarga sendiri yang kebetulan terkonfirmasi positif Covid-19 termasuk sering-sering mencuci tangan usai aktivitas di luar rumah.

Kepada masyarakat, dia juga berpesan, jika Covid-19 itu nyata ada, dan sudah banyak korbannya jadi patuhilah protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah. 

"Jadi tetaplah hidup dengan kebiasaan menerapkan prokes. Bila perlu anggap semua orang di sekitar kita itu berstatus OTG, tetap waspada, jaga imunitas dan pola hidup bersih serta sehat,"pungkasnya.(kll)