Peristiwa

Bupati Pelalawan Apresiasi Program 'Desa Bebas Api' Dalam Upaya Pencegahan Karhutla

Keterangan foto: Bupati Pelalawan menandatangani Kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan PT RAPP terkait Program

PELALAWAN, RIAULINK.COM - Bupati Pelalawan H. Zukri memberikan apresiasi kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terhadap program Desa Bebas Api sebagai bentuk upaya pencegahan dini karhutla. 

Menurutnya adanya program ini RAPP telah membantu pemerintah daerah dalam penggulangan karhutla dan mewujudkan Pelalawan Bebas Api. 

Hal ini disampaikan oleh Bupati Pelalawan H.Zukri dalam acara penandatanganan kerjasama Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan 15 Desa se Kabupaten Pelalawan, bertempat di Aula Kantor Bupati  Pangkalan Kerinci, Kamis (28/07).  

Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) oleh PT RAPP yang merupakan bagian dari Grup APRIL  merupakan inovasi holistik grup APRIL sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2021, sekaligus edukasi dan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19. 

Sebanyak 17 desa dari Kabupaten Pelalawan dan Siak turut andil dan berkomitmen untuk menjaga wilayahnya dari karhutla. 

H. Zukri menambahkan mayoritas desa yang ikut program desa bebas api ini berada di kawasan gambut yang cukup luas dan rawan untuk terjadinya karhutla. 

"Jadi saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh RAPP yang mengajak desa-desa untuk mencegah karhutla" Ujar Bupati.

Bupati berharap desa-desa peraih penghargaan dapat memanfaatkan bonusnya dengan baik dan disisihkan untuk membeli peralatan pemadam serta pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai ujung tombak desa di lapangan. 

"Para kepala desa harus bisa memetakan wilayahnya, mana lahan gambut tidur dan mana yang berpotensi kebakaran. Jadi kita tidak lagi bicara penanganan atau pemadaman, melainkan pencegahan dengan pemetaan risiko. Walaupun terjadi kebakaran, lebih cepat ditanggulangi. Jangan sampai gara-gara karhutla ini, selain lingkungan rusak, ekonomi kita pun bisa hancur dibuatnya," tegas Bupati. (Tons)