Metropolis

Pasca Mak-mak Berdaster di Peranap Beraksi, 8 Perusahaan Perusak Jalan Napal Tanda Tangani Perjanjian

INHU, RIAULINK.COM - Jika biasanya mak-mak hanya diidentikan sebagai tukang rumpi (gosip-red), namun sangat berbeda dengan ratusan mak-mak yang ada di Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau ini.

Bagai mana tidak, ratusan mak-mak luar biasa itu, kompak turun ke jalan melakukan aksi protes atas kerusakan ruas Jalan Napal yang menjadi akses utama bagi masyarakat daerah itu.

Tak tanggung-tanggung, aksi penyetopan aktifitas truk ODOL (Over Dimension Over Loading) dan kendaraan berat yang melintasi jalan itu, menuai perhatian khusus dari Kapolres Inhu AKBP Efrizal, hingga turun menemui ratusan mak-mak tersebut pada, Kamis (10/6/2021).

Apa lagi, aksi yang dilangsungkan mereka sejak, Rabu (9/6/2021) siang kemaren, telah menimbulkan antrian yang mengular di sepanjang ruas itu. Dan mak-mak itu hanya menuntut pihak perusahaan untuk bertanggungjawab atas kerusakan ruas Jalan Napal, akibat intensitas truk ODOL dan berat milik masing-masing perusahaan yang ada.

Kapolres Inhu, AKBP Efrizal melalui Kapolsek Peranap, AKP Cecep Sujafar, kepada RiauLink.com membenarkan aksi protes mak-mak tersebut.

"Aksi penyetopan truk tersebut, berlansung sejak Rabu (9/6) semalam, namun sore tadi sudah kembali normal, setelah dilakukan mediasi dan ditemukan sebuah kesepakatan antara mak-mak atau masuarakat dan pihak perusahaan yang ada," ucap Cecep via pesan elektroniknya, Kamis (10/6/2021).

Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolres Inhu AKBP Efrizal, dan bertempat di sebuah warung milik warga yang berada di Simpang Desa Gumanti. "Mediasi tersebut juga dihadiri Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Perwakilan Danramil 05, dan pihak perusahaan," tuturnya.

Masih kata Cecep, ada pun tuntutan dari masyarakat Desa Gumanti antara lain, meminta pihak perusahaan melakukan pengaspalan Jalan Napal, penyiraman debu jalan dengan menggunakan mobil tanki, dan perbaikan ruas jalan yang saat ini rusak dengan menggunakan batu split atau batu bes.

Dan jika dalam waktu selama 2 bulan kedepan, sambung Cecep, permintaan masyarakat tidak terealisasi sebagaimana mestinya, maka akan kembali dilakukan penyetopan, tandas Cecep.

Untuk diketahui ada pun pihak perusahaan yang hadir dalam mediasi dan bertanda tangan dalam penjanjian tersebut diantaranya, Managemen PKS PT MASG, PT Indriplant, PT RAU, PJO PT PIR (batu bara), KTT PT Samantaka (batu bara), PT Artelindo (HTI), PT Citra dan BBSI (HTI). (Jefri)