Metropolis

Sebanyak 734 Jamaah Haji Inhil Batal Berangkat Tahun Ini

Ilustrasi. Int

INHIL, RIAULINK.COM - Sebanyak 734 Jamaah Haji Kabupaten Indragiri Hilir berhak lunas 2021, batal berangkat pada tahun ini. 

Kepala Kemenag Inhil, H. Harun melalui Kasi Haji dan Umroh, H. Guspiandi menyebut bahwa Hal ini diketahui setelah Pemerintah RI melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa tahun ini 1442 H/2021 M tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia. Karena di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang melanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, Pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia. Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M," Sebutnya.

Tambahnya, Keputusan ini tentunya sudah melalui kajian mendalam, dengan melakukan pembahasan dengan Komisi VIII DPR . Mencermati keselamatan jemaah haji, aspek teknis persiapan, dan kebijakan yang diambil oleh otoritas pemerintah Arab Saudi.

"Kemenag juga sudah menggelar pertemuan virtual dengan MUI dan ormas-ormas Islam untuk membahas kebijakan ini. Alhamdulillah, semua memahami bahwa dalam kondisi pandemi, keselamatan jiwa jemaah harus diutamakan. Ormas Islam juga akan ikut mensosialisasikan kebijakan ini untuk kepentingan jemaah," Ungkapnya.

Pemerintah menilai bahwa pandemi Covid-19 yang masih melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah. Apalagi, jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia dan sebagian negara lain dalam sepekan terakhir masih belum menunjukan penurunan yang signifikan.

Lanjutnya, H. Guspiandi menjelaskan bahwa Pertimbangan lain adalah agama mengajarkan, bahwa menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Undang-Undang No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juga memberikan amanah kepada pemerintah untuk melaksanakan tugas perlindungan. Karenanya, faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah menjadi faktor utama.

"Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi, sampai hari ini, juga belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M. dimana sampai saat ini belum ada negara yang mendapat kuota, karena penandatanganan Nota Kesepahaman memang belum dilakukan," Paparnya.

Lebih lanjut, H. Guspiandi menyebut bahwa Hal ini tentu berdampak pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, berbagai persiapan yang sudah dilakukan, belum dapat difinalisasi. Untuk layanan dalam negeri, misalnya kontrak penerbangan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas, dan pelaksanaan bimbingan manasik, semuanya baru bisa diselesaikan apabila besaran kuota haji sudah diterima dari Saudi.

Demikian pula penyiapan layanan di Saudi, baik akomodasi, konsumsi, maupun transportasi, belum bisa difinalisasi karena belum ada kepastian besaran kuota, termasuk juga skema penerapan protokol kesehatan haji, dan lainnya. Dan itu semua biasanya diatur dan disepakati dalam MoU antara negara pengirim jemaah dengan Saudi. 

“Nah, MoU itu sendiri hingga hari ini belum juga dilakukan," Ungkapnya.

Pembatalan keberangkatan jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya. Jemaah haji, reguler dan haji khusus, yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M, akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

Setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan (bagi jamaah yang mau mengambil). Jadi uang jemaah aman. Dana haji aman. 

Terakhir, H. Guspiandi menyampaikan simpati kepada seluruh jemaah haji yang terdampak pandemi Covid-19 tahun ini.

“Keputusan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian Covid-19 ini segera usai,” Ungkapnya. (Jb)