Metropolis

Mudik Dilarang Objek Wisata di Inhu Tetap Buka, Ini Penjelasan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata

INHU, RIAULINK.COM  - Terhitung sejak 6 Mei 2021, pemerintah Provinsi Riau telah memberlakukan peniadaan mudik lebaran hari raya Idul Fitri 1442 H, termasuk mudik antar kabupaten di Riau.

Ketentuan tersebut, berlaku sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri, atau sampai 17 Mei 2021 mendatang. Hal tersebut guna menekan penyebaran virus corona atau Covid-19, tidak terkecuali di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Pemberlakuan aturan itu, ternyata mendapat beragam respons pro dan kontra dari masyarakat. Terlebih, bagi mereka yang sebelumnya sudah merencanakan mudik, dengan harapan bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Tidak hanya itu, kekecewaan masyarakat tersebut kian bertambah ketika mengetahui bahwa, pemerintah memberi izin untuk membuka objek wisata selama libur Idul Fitri.
Dan hal itu adalah suatu kebijakan yang kontradiktif. Sebab, dengan mengizinkan tempat wisata dibuka, tentunya sama saja mengizinkan masyarakat untuk berkerumun.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Kepemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Inhu membenarkan hal itu. "Sesuai surat edaran yang kita terima dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau, objek wisata diperbolehkan dibuka pada libur lebaran Idul Fitri nanti, namun ada kriterianya," kata Lis Haidar Plt Kadis Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Inhu, Selasa (11/4/2021).

Kriteria yang dimaksud, yaitu bagi objek wisata yang berada pada zona kuning dan hijau. "Bagi objek wisata yang berada pada zona orange dan merah, kita tetap memberlakukan untuk ditutup," ujarnya.

Kendati demikian ujar perempuan yang akrab disapa Kak Lis itu, setiap pengunjung yang datang dan pengelola objek wisata tersebut, tentu harus mematuhi aturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dan khusus bagi pengelola objek wisata yang melanggar, baik itu objek wisata buatan dan alam, akan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
"Terkait sanksi, nantinya akan diterapkan oleh Tim Satgas Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah daerah," jelasnya.

Untuk diketahui sambung Kak Lis, di Kabupaten Inhu sedikitnya ada 16 titik objek wisata aktif yang tersebar di 6 kecamatan yaitu, Kecamatan Rengat, Rengat Barat, Lirik, Sei Lala, Seberida, Batang Gangsal dan Batang Cenaku.

"Dengan demikian, kita dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata kembali menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga kita semua dapat terhindar dari virus Covid-19 yang mematikan itu," pungkas Kak Lis. (Jefri)