Kesehatan

Riau Kondisi Terburuk Covid-19, Angka Kematian Capai Seribuan Lebih 

Keterangan foto : Kegiatan menjelang buka bersama PWI Kota Dumai dan anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PAN, dr Sunaryo

DUMAI, RIAULINK.COM - Provinsi Riau salah satu wilayah penyebaran kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Negara Indonesia.

Karena berdasarkan jumlah kumulatif peta penyebaran kasus mematikan tersebut sudah mencapai angka 14 ribu. 

Khusus jumlah angka kematian mencapai seribu seratusan lebih dibandingkan jumlah kasus pada Oktober 2020 tahun lalu masih sekitar empat ratusan. 

"Jadi kenaikannya mencapai 100 persen,"hal ini diungkapkan  dr Sunaryo, anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada wartawan, jelang kegiatan buka bersama pada Senin, 3 Mei 2021 kemarin.

Ia mengatakan jumlah tersebut terus bertambah signifikan sejak bulan Maret, bahkan akhir April dan awal Mei menjadi rekor dengan jumlah tertinggi, sehari bisa mencapai 15 orang per harinya.

"Ini sungguh luar biasa, dan Riau sedang dalam kondisi terburuk akibat Covid-19,"ucapnya menyesalkan.

Menurutnya, jumlah kematian didominasi oleh masyarakat di usia 50 tahun ke atas, yang juga ada penyakit penyerta dari para pasien.

Hal ini tentu sangat disayangkan baginya, pasalnya Pemerintah Provinsi Riau telah mengeluarkan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2020 tentang perubahan atas Perda nomor 21 tahun 2018. 

Di dalam Perda 4/2020 tersebut sudah tertuang jelas, adanya penyelenggaraan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya

"Sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis,"sebutnya lagi.

Selain itu adanya penekanan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan yang harus diikuti oleh semua pihak agar dapat beraktivitas secara aman saat pandemi.

"Namun banyak masyarakat kita melanggar aturan pemerintah tersebut, sehingga kasus pun terus bermunculan, apalagi saat ini timbul kasus dengan varian baru yakni klaster keluarga,"sebutnya lagi.

Ditambahkan wakil rakyat dua periode ini, klaster baru juga tak hanya didominasi para lansia melainkan usia produktif dari 18 sampai 40 tahun.

"Jadi kasus yang baru ini, salah satu keluarganya terpapar Covid-19, maka seluruh keluarga juga bisa dinyatakan positif,"kata Naryo sapaan akrabnya.

"Ini diakibatkan orang-orang muda dan produktif, mereka yang biasanya nongkrong, pergi, dan melakukan aktivitas seperti biasa tanpa mematuhi prokes tersebut,” tambahnya.

Untuk itu perlu ditegakkannya prokes 4 M tersebut di antaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumuman.

Penerapannya juga ditujukan oleh perorangan, pelaku usaha dan seluruh instansi pemerintahan.

Meskipun banyak masyarakat Riau yang sudah menjalani vaksinasi namun hal itu belum bisa menjamin secara efektif sepenuhnya Virus Corona hilang di tubuh manusia.

"Vaksin sendiri berbahan dasar dari virus tersebut yang sudah dilemahkan, namun kekuatannya hanya berkisar 70 persen bukan 100 persen. Itu yang disuntikan ke tubuh kita, sehingga penerapan prokes secara disiplin memang harus ditegakkan,"ungkapnya.

Dalam Perda no 4/2020 tersebut, juga termaktub, apabila ada yang melanggar prokes akan dikenakan sanksi, khusus untuk perorangan di antaranya teguran lisan, teguran tertulis, sanksi sosial dan denda administratif Rp100 ribu.

Untuk pelaku usaha sendiri sanksinya selain teguran lisan dan tertulis terdapat pula pembubaran kegiatan, pencabutan sementara izin. 

"Jika tak diindahkan pencabutan izin tetap serta denda administratif Rp500 ribu,"tukasnya. (Kll)